Petani Indonesia sebenarnya kaya dan makmur, salah satunya Suharto. Mantan guru SD ini bisa beli Harley Davidson setelah menjadi petani cabai.
Suharto selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai guru SD, namun karena penghasilannya pas-pasan ia justru mencoba bertani cabai. Hasilnya luar biasa, kini ia memiliki rumah permanen, mobil dan motor Harley Davidson.
Pria asli Magelang, Jawa Tengah ini menceritakan pengalamannya sebagai guru SD yang punya penghasilan kecil. Ia mengatakan penghasilannya setiap bulan tak mampu menutupi kebutuhan harian.
Saya guru SD tahun 1977 sampai pensiun kemarin tahun 2017. Dulu gaji tidak cukup. Istri seorang ibu rumah tangga. Kami beranikan diri untuk bertani,” jelas Suharto.
Pria berusia 65 tahun ini mulai bertani di sawah yang tak terlalu luas. Awalnya hanya di atas lahan 2.000 meter lalu lambat laun semakin besar dan kini sawahnya hingga 10 hektare. Seluruh area sawah ini bukan sepenuhnya milik Suharto, ia melakukan sistem sewa lahan pada warga sekitar.
Suharto memilih menjadi petani cabai. Meski awalnya sempat merugi tapi kini hasil cabainya justru melonjak drastis. “Saya awal-awal bertani, jam 07.00 sampai 14.00 di sekolah. Habis itu langsung ke sawah sampai maghrib

Dulu hasilnya nggak terlalu banyak, tapi lama-lama jadi banyak. Harga cabe waktu itu juga tinggi,” beber Suharto.
Soal bertani, Suharto memiliki bekal pengetahuan karena sang ayah seorang petani. Namun ada kalanya ia masih harus mencari jenis pupuk yang bagus, belajar cara mengelola tanaman cabai hingga proses hasil panen.
Karena sawahnya sudah luas, kini Suharto dibantu oleh 34 pegawai yang mengelola tanaman cabainya. Dengan demikian ia juga membantu menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
“Jangan malu bertani, dengan bertani kita bisa sejahtera. Mimpi-mimpi yang tidak terwujud, bisa terwujud dengan jadi petani. Misalnya jadi punya rumah permanen, punya mobil yang agak kerenan, punya Harley. Alhamdulillah. Pegawai saya juga bisa sekolahkan anak sampai SLTA, ada juga yang sampai kuliah,” ujar Suharto.
Kini selain bertani, Suharto menikmati masa tuanya dengan kumpul dan berjalan-jalan bersama rekan komunitas moge. Ia mengatakan lebih memiliki wawasan & banyak teman.











