Indonesia Negara Paling Gampang Bantu

Dalam kerelawanan, Indonesia ini menunjukkan tingkat teratas di dunia. Oleh karena itu selama 22 tahun saya berkecimpung di kebencanaan, jumlah relawan hampir tidak pernah ada kekurangan. Tetapi ada dua hal yang perlu ditingkatkan saat ini di Indonesia.

Pertama, bagaimana mengelola kompetensi para relawan tersebut. Karena seringkali kebanyakan relawan hanya mengandalkan niat baik saja tanpa dibekali kelimuan, wawasan atau pun kompetensi yang memadai sehingga malah memunculkan masalah di lokasi bencana. Hal ini pun diperburuk dengan minimnya pelatihan kebencanaan yang ada di Indonesia, walaupun Indonesia menempati ranking kedua (setelah Filipina) di dunia dalam hal risiko bencana. Dan jikapun dilaksanakan pelatihan kebencanaan, maka peminatnya pun minim. Oleh karena itu pendidikan kebencanaan wajib dimasukkan kedalam kurikulum semua sektor pendidikan (terutama di sektor kesehatan), yang saat ini masih menjadi opsional, bukan kewajiban. Saat ini memang sudah ada kurikulum kebencanaan yang dilaksanakan di beberapa pendidikan tinggi tetapi belum cukup masif, mengingat tingkat risiko bencana di negara ini.

Kedua, sistem pendukung. Persepsi bahwa relawan adalah hanya yang berada di lokasi bencana. Persepsi memunculkan tren para relawan yang berlomba-lomba ke lokasi bencana. Padahal IMHO, relawan itu tidak hanya yang berada di lokasi bencana. Petugas yang ada di struktur komando dan pendukung yang biasanya kerepotan di luar lokasi bencana dengan tugas mencari informasi (pusdatin), pengaturan pemberangkatan, administrasi (beli tiket, siapkan dukungan keuangan, surat tugas,dll) itu juga termasuk relawan karena mereka juga bahkan mengorbankan pikiran dan tenaganya. Bahkan para rekan nakes/named yang bersedia mengorbankan waktunya untuk menggantikan rekan kerjanya agar bisa berangkat ke lokasi bencana itu juga saya anggap relawan. Karena walaupun mereka tidak mampu berangkat ke lokasi bencana tetapi bersedia menggantikan jaga atau menambah sif jaga sehingga rekan kerjanya dapat berangkat ke lokasi bencana.

Semoga kita dapat terus berbenah dan menjadi negara yang tangguh dan resilien terhadap bencana.