Ternyata ada lho ayat dalam Al Quran yang berkaitan secara langsung dengan hukum fisika gas, ilmu penerbangan, dan ilmu kedokteran penerbangan yaitu QS. Al-An’am ayat 125.
Dalam potongan ayat tersebut disebutkan “Barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki langit”.
Dalam hukum fisika gas yaitu hukum Dalton berbunyi tekanan total campuran gas berbanding lurus dengan jumlah tekanan parsial dari masing-masing gas pada campuran tersebut.
Hal ini menjelaskan bagaimana saat naik ke ketinggian maka akan terjadi penurunan tekanan total dari atmosphere disertai dengan tekanan parsial dari gas-gas penyusunnya.
Salah satu gas penyusunnya yaitu Oksigen. Selanjutnya oksigen akan berkurang tekanannya di ketinggian akan mengakibatkan timbulnya defisiensi oksigen di dalam tubuh terutama darah, jaringan, dan sel yang berdampak gangguan fungsi tubuh.
Kondisi ini disebut hipoksia hipobarik. Gejala yang timbul akibat hipoksia hipobarik ini berupa rasa sesak di dada, mual, pusing, mengap-mengap, kesemutan, penglihatan kabur bahkan gejala euphoria.
Semakin tinggi suatu ketinggian di daki maka menyebabkan waktu kesadaran seseorang semakin pendek, sebagai contoh saat terbang di ketinggian 18000 feet maka seseorang masih dapat dalam keadaan sadar selama 20-30 menit tetapi saat naik lebih tinggi ke ketinggian 40000 feet maka orang tersebut memiliki waktu sadar hanya 15-20 detik.
Mekanisme yang dilakukan oleh tubuh untuk mengatasi hipoksia hipobarik ini adalah dengan meningkatkan laju pernapasan (hiperventilasi).
Dan penting sekali saat naik di ketinggian untuk menggunakan suplementasi oksigen. Semoga tulisan jni sedikit membantu mencerahkan pengetahuan kita.










