Pecah, Ribuan Warga Muhammadiyah Penuhi Halal BI Halal 2026

KOTA MALANG, 19 April 2026 – Suasana kebersamaan dan kekhusyuran menyelimuti Lapangan Lanal Kota Malang pada hari ini, Sabtu (19/4). Sebanyak 4.000 orang hadir memadati lokasi tersebut dalam rangkaian acara Halal Bihalal yang diselenggarakan Muhammadiyah Kota Malang.

Acara yang mengusung tema silaturahmi kebangsaan ini menjadi bukti nyata harmonisasi hubungan antarumat beragama dan antarelemen masyarakat di Kota Malang. Kehadiran peserta yang luar biasa menunjukkan antusiasme warga dalam mempererat tali persaudaraan pasca momen kemenangan di bulan Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, dihadirkan narasumber utama Prof. Din Syamsuddin yang memaparkan sejarah penting di balik tradisi Halal Bihalal. Dalam pemaparannya, Prof. Din menjelaskan bahwa tradisi Halal Bihalal bukan sekadar seremoni belaka, melainkan warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur untuk saling memaafkan, menyucikan hati, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Ia juga menekankan bagaimana tradisi ini menjadi perekat yang memperkuat hubungan harmonis antara NU dan Muhammadiyah, yang selama ini berdampingan dan saling melengkapi dalam membangun peradaban umat di Indonesia.

“Halal Bihalal adalah momen di mana kita membuang jauh-jauh prasangka, memperbaiki hubungan, dan memperkuat persatuan. Harmoni antara NU dan Muhammadiyah di Kota Malang ini adalah contoh nyata bahwa perbedaan pendapat tidak boleh memecah belah persaudaraan, justru menjadi kekuatan dalam membangun daerah,” ujar Prof. Din di hadapan ribuan peserta.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang, Prof. Abdul Harus, menyampaikan materi yang mengangkat isu lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa menjaga dan merawat alam adalah bagian dari kewajiban agama yang harus dijalankan oleh setiap individu. Menurutnya, kelestarian alam adalah kunci utama bagi keberlangsungan kehidupan umat manusia di masa kini dan mendatang.

“Merawat alam berarti menyelamatkan kehidupan. Setiap kerusakan yang kita lakukan terhadap bumi akan berdampak langsung pada kehidupan kita sendiri. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan lingkungan agar generasi mendatang tetap dapat menikmati anugerah alam yang indah ini,” jelas Prof. Abdul Haris.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. Ia menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini yang tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memberikan pencerahan kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Wahyu Hidayat mengaitkan pesan lingkungan tersebut dengan program unggulan Pemerintah Kota Malang, yaitu Mbois Berkelas. Ia menjelaskan bahwa perspektif lingkungan menjadi salah satu pilar utama dalam pelaksanaan program tersebut, yang bertujuan untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah dan Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak dalam isu keagamaan, tetapi juga peduli terhadap isu-isu strategis seperti lingkungan hidup. Program Mbois Berkelas yang kita jalankan memiliki semangat yang sama, yaitu membangun Kota Malang yang tidak hanya maju dari sisi pembangunan, tetapi juga lestari dan ramah lingkungan,” ungkap Wali Kota Wahyu Hidayat.

Acara Halal Bihalal ini berlangsung dengan khidmat dan lancar, diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan Kota Malang, kemajuan umat, dan terjalinnya persatuan yang semakin erat antar seluruh elemen masyarakat.

 

Penulis: Uzlifah
Editor: Nuha