Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian viral dibagi menjadi dua yaitu viral yang artinya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan virus dan kedua, viral yang artinya adalah penyebaran video, gambar maupun informasi atau lainnya dari satu pengguna internet pada pengguna internet yang lain.
Sementara itu, fenomena viral dapat diartikan sebagai objek atau sebuah pola yang dapat menggandakan diri atau mengubah objek lainnya menjadi salinan diri sendiri, ketika objek tersebut terpapar dengan objek lain yang dipredikatkan sebagai viral.
Fenomena viral menjadi suatu cara umum untuk menunjukan bahwa pikiran manusia, informasi serta populasi manusia bergerak maju.
Ciri-Ciri Viral
Ada tiga ciri dari fenomena viral, berikut penjelasanya:
1. Unik dan tidak umum
Pada umumnya suatu fenomena yang menjadi viral merupakan sebuah kejadian, berita atau gambar yang sifatnya unik serta tidak umum atau dianggap tidak biasa di tengah lingkungan masyarakat, sehingga hal tersebut dapat mudah menjadi viral dan menyita perhatian banyak masyarakat. Selain itu, fenomena-fenomena viral juga akan mendorong seseorang untuk terus membagikan fenomena tersebut dan membuatnya menjadi viral.
3. Memiliki sifat positif dan negatif
Tidak semua fenomena, trend atau konten viral memiliki sifat positif atau negatif. Ada beberapa fenomena viral yang memiliki sifat positif dan beberapa memiliki sifat negatif.
Contohnya beberapa tren yang muncul di kalangan anak-anak remaja untuk menghadang mobil bermuatan besar, seperti truck. Hal ini tentu saja sebuah fenomena viral yang memiliki sifat negatif, sebab dapat membahayakan supir, pengendara jalan lain dan pembuat tren tersebut.
Akan tetapi, ada pula contoh dari fenomena positif. Seperti gerakan memberi pada orang-orang yang tidak mampu. Karena fenomena tersebut, ada banyak konten kreator baru yang mengikuti atau bahkan masyarakat umum untuk saling berlomba-lomba memberi pada orang yang lebih membutuhkan.
3. Sedang hits
Fenomena viral memiliki ciri yaitu fenomena yang sedang hangat dibicarakan oleh banyak orang, dikarenakan fenomena tersebut menarik untuk bahas. Fenomena viral biasanya adalah konten, berita, tren yang sedang booming, hits atau kekinian.
4. Memiliki durasi pendek
Video-video viral umumnya adalah video yang memiliki durasi pendek. Hal ini karena lebih dari 19% orang cenderung akan menutup video setelah 10 detik pertama, maka artinya video yang menarik dan lucu di awal akan lebih mudah viral.
5. Konten yang membuat bahagia atau tertawa
Dilansir dari Kompas.com, Jonah Berger dalam Contagious: Why Things Catch On (2019) menjelaskan bahwa konten viral adalah konten yang biasanya membangkitkan emosi kuat pemirsa atau para pembacanya.
6. Memiliki momen yang tepat
Konten atau suatu video akan lebih mungkin menjadi viral, apabila konten tersebut diunggah pada momen yang tepat. Momen yang tepat bisa jadi berkaitan dengan peristiwa terkini yang terjadi di dunia atau topik budaya pop yang mendominasi berita.
7. Terhubung dengan dunia
Apa saja yang terhubung dengan acara dunia, memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau lebih banyak orang. Hal ini karena kebanyakan orang memiliki minat pada topik yang sama.
Viral adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang menyebar dengan cepat dan luas, seperti virus. Dalam konteks digital, viral mengacu pada konten yang menjadi populer dalam waktu singkat.
Kata viral berasal dari bahasa Latin virus yang berarti racun cair yang menyebar dengan cepat dan agresif.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), viral memiliki dua arti, yaitu: Berkaitan dengan virus, Menyebar luas dan cepat seperti virus.
Dalam konteks digital, viral dapat diartikan sebagai:
1. Penyebaran video, gambar, artikel, atau meme secara masif dan cepat
2. Konten yang menular dengan cepat dari satu pengguna ke pengguna lain
3. Konten yang dibagikan tanpa perencanaan yang jelas
Kata viral dapat berkonotasi positif maupun negatif, tergantung pada topik atau hal yang dibicarakan.






