MALANG – Fanana Insan Bangsa School of Talent yang kita sebut FIB , sebuah lembaga pendidikan nonformal (PNF) yang bertempat di Perum Joyogrand Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, menerapkan model kepemimpinan adaptif untuk menghadirkan layanan pembelajaran yang sangat fleksibel. Program yang aktif berjalan sepanjang tahun ajaran ini merupakan pengelola strategi utama dalam menyesuaikan jadwal, materi, serta minat dan gaya belajar guna memenuhi kebutuhan peserta didik yang kian beragam.
Kepemimpinan adaptif di lembaga ini fokus pada perancangan program belajar yang dapat diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, usia, dan tingkat kematangan. Setiap kelas dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan individu seperti minat belajar dan kenyamanan waktu. Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan meminimalkan tekanan, sehingga proses pembelajaran terasa lebih personal dan efektif.
Pengelola FIB School of Talent menyampaikan bahwa ekosistem pendidikan nonformal saat ini telah menjadi kunci utama dalam ekosistem pendidikan nonformal. Dengan jadwal yang dapat diatur dan materi yang disesuaikan, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diberi kesempatan untuk praktik langsung dan mendalam. Program yang disediakan oleh lembaga ini sangat beragam, mulai dari seni rupa, public speaking , kelas IT, program vokasional, sekolah tahfidz, hingga pesantren bisnis. Program keberagaman ini menunjukkan komitmen lembaga untuk menjadi wadah pengembangan talenta yang komprehensif.

Penerapan penerapan tersebut didukung oleh pemilik dan tutor-tutor berpengalaman yang juga memiliki latar belakang profesional di bidangnya masing-masing. Mereka tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai pendamping yang memfasilitasi proses belajar yang lebih personal. Interaksi antara tutor dan warga belajar ini secara nyata mencerminkan nilai kepemimpinan humanis dan futuristik yang menjadi karakter inti lembaga.
Menurut Lukman, pemilik yayasan FIB School of Talent, jenis kepemimpinan yang diterapkan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di dalamnya.
“Kami selalu berpikir ke depan, ya secara futuristik, dan untuk tipe kepemimpinan yang kami terapkan di sini yaitu tipe kepemimpinan pembangunan masyarakat . Jadi, di sini semuanya bisa tumbuh dan berkembang bersama,” ujarnya

Lukman menambahkan, ketika semua elemen lembaga berkembang bersama, otomatis mereka juga memiliki pola pikir yang futuristik dan adaptif dalam menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan.
“Dengan komitmen yang kuat pada model kepemimpinan adaptif dan pengembangan masyarakat , FIB School of Talent terus berupaya mempertahankan layanan pendidikan nonformal yang kreatif dan fleksibel. Model ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga PNF lainnya dalam menanggapi dinamika kebutuhan warga belajar” tambah Lukman
Hal ini disampaikan kepada Tim PNF FIP Universitas Negeri Malang (14/10/2025) dalam kajian kasus yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang pengelolaan dan kepemimpinan pendidikan non formal yang berada di Kota Malang
Penulis : Azka, Vina, Amanda, Dewi, Amara, Afif
Editor: Nuha Kusuma










