Delapan Strata Guru di Indonesia

FAKTA TERUNGKAP : TERNYATA ADA 8 JENIS GURU DI INDONESIA

Kemarin sambil makan seblak, saya lakukan riset mendalam untuk menemukan klasifikasi jenis guru yang ada di dunia pendidikan saat ini.

Sepertinya masyarakat harus tahu. Jadi harus dishare segera! Urgen ini.

Berikut adalah klasifikasi guru masa kini yang wajib Anda ketahui agar tidak salah panggil.

1️⃣ Guru PNS: Sang Fosil Berharga

Inilah Kasta Tertinggi jenis guru yang jumlahnya makin langka, layaknya Badak Bercula Satu. Terakhir kali jenis ini diproduksi massal adalah tahun 2019. Ciri-cirinya, senyumnya paling lebar, tidurnya nyenyak karena ada jaminan pensiun, dan sering jadi sasaran pinjaman bank. Secara usia mereka juga tampak sudah tua-tua.

2️⃣ Guru PPPK: ASN Versi “Trial” 5 Tahun

Mereka adalah guru Hasil afirmasi tenaga honorer yang akhirnya punya NIP, tapi nasibnya seperti paket langganan Netflix: Bisa diputus kapan saja.
Dikontrak 5 tahun, dan soal perpanjangan? Ya, tergantung amal ibadah dan ketersediaan anggaran daerah. Mereka punya status ASN, tapi jangan harap ada dana pensiun. Kalau masa kontrak habis dan tidak diperpanjang, mereka kembali menjadi rakyat jelata yang punya kenangan pernah pakai baju dinas dan baju KORPRI.

3️⃣ Guru PPPK Paruh Waktu: Gelar Sultan, Dompet Kosong

Inilah inovasi paling jenius abad ini. Mereka adalah para guru yang tidak lulus tes PPPK penuh, tapi diselamatkan karena sudah mengabdi lama. Mereka ASN, Punya NIP, tapi gajinya tetap sebanyak yang ia terima saat masih honor. Jadi gaji guru jenis ini beragam, ada yang digaji Rp300.000 atau bahkan Rp100.000 sebulan. Statusnya keren: ASN Paruh Waktu. Tapi Bayarnya juga paruh waktu, atau mungkin cuma cukup buat bayar parkir untuk sebulan.

4️⃣ Guru Honorer : dulu namanya Guru Swasta

Guru Honorer Dulu disebut guru swasta, tapi regulasi membuat mereka sekarang jadi pemegang tahta Honorer Sejati. Sejalan dengan dihapuskannya guru honorer di sekolah negeri, Maka gelar guru honorer kini pindah ke tangan mereka.
Gaji mereka juga beragam, tergantung kerja di yayasan mana. Kalau di yayasan yang duitnya banyak ya gajinya tinggi. Tapi kalau di sekolah swasta kecil pinggir kampung, ya kadang dapat terima kasih saja.
Tapi jangan khawatir, mereka ini kabarnya akan dapat insentif Rp400.000 per bulan mulai tahun ini. Ya, Sedikit, tapi nyata.

5️⃣ Guru Honorer Abu-abu

Ini yang paling tragis. Mereka honor di sekolah negeri, tapi masa kerjanya belum 2 tahun. Jadi tak bisa diangkat jadi PPPK maupun PPPK paruh waktu.
Karena itulah kini Nasibnya lebih buram dari kaca spion motor saat hujan deras. Menurut UU harusnya mereka dirumahkan (baca: dipecat). Tapi saat ini pemerintah daerah terus mencari jalan solusi agar mereka tidak kena pecat. Meski belum ada keputusan final. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat.
Dengar-dengar, bagi mereka yang punya Sertifikat Pendidik (Serdik), tidak akan dirumahkan. Aman. Tapi Kalau belum Serdik? Siap-siap banting setir jadi reseller online.

6️⃣ Guru Sekolah Rakyat: Sepupu yang Tak Dianggap

Mereka ini “saudara jauh” karena bernaung di bawah Kementerian Sosial, bukan Kemendikdasmen.
Statusnya PPPK, tapi mereka hidup di ekosistem yang berbeda. Guru-guru di bawah Kemendikdasmen bahkan mungkin tidak tahu kalau sepupu mereka ini ada. Eksklusif, berbeda kementerian, tapi nasibnya ya tetap sama: pejuang administrasi, plus orang tua asuh asrama.

7️⃣ Guru Tanpa Instansi : Lulusan “Elite” yang Menganggur

Ini adalah para alumni PPG Prajabatan atau PPG Calon Guru. Mereka adalah orang-orang terpintar yang lolos tes berlapis yang tingkat kesulitannya setara masuk agen rahasia di Amerika.
Kompeten? Sangat.
Profesional? Jelas.
Punya pekerjaan? Belum tentu.
Kalau nanti (kalau ya) ada pengadaan guru PNS, nama Mereka berada di antrian paling belakang setelah PPPK dan PPPK Paruh Waktu. Mereka ini Ibarat punya SIM Internasional tapi tidak punya mobil untuk disetir. Kasian.

8️⃣ Guru “Tidak Jadi”: Bakar Saja Ijazahnya?

Terakhir, para fresh graduate murni yang baru lulus kuliah keguruan. Saran terbaik untuk mereka: cari kerja di bank, jadi admin online shop, atau buka usaha laundry di pinggir kosan mahasiswa.
Menunggu jadi Guru ASN sekarang itu lebih lama daripada nunggu jodoh. Itupun tidak jelas akan datang atau tidak.
Mau jadi guru honorer di sekolah negeri? Jangan bermimpi. Pintunya sudah digembok.
Kalau tetap mau hidup jadi guru, Satu-satunya harapan adalah sekolah swasta, itu pun kalau mereka mau menampung. Jika tidak, ijazah keguruan itu sepertinya lebih berguna jadi alas gorengan daripada buat melamar kerja yang tak ada lowongannya.

Nah itulah dia beberapa jenis guru.
Dunia pendidikan kita saat ini memang sedang hobi melakukan fragmentasi.

Jadi Kalau Anda bertemu seseorang yang mengaku guru, jangan tanya “Ngajar di mana?”, tapi tanyalah “Anda jenis guru apa?”