Oleh Uzlifah
Ungkapan “umur bertambah tetapi jatah hidup berkurang” adalah perenungan filosofis bahwa meskipun usia kita bertambah secara angka, waktu hidup di dunia semakin dekat dengan akhir, menjadi pengingat untuk lebih banyak beribadah, berbuat baik, dan meningkatkan kualitas diri, karena jatah waktu itu pasti akan habis, namun amal baik akan membawa keberkahan dan kebaikan di akhirat.
Makna filosofis dan religi ungkapan di atas adalah setiap hari yang berlalu berarti satu hari jatah hidup kita di dunia berkurang, mendekatkan kita pada kematian. Hal ini adalah panggilan untuk introspeksi, mengevaluasi amal ibadah, dan memperbanyak istighfar (memohon ampunan). Mengingatkan untuk memanfaatkan sisa waktu dengan berbuat amal saleh dan mendekatkan diri kepada Tuhan, karena amal baik membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Sistem imun melemah, fungsi tubuh menurun (immunosenescence), dan tinggi badan bisa berkurang setelah usia 40 tahun. Diharapkan dengan bertambahnya usia, kita menjadi lebih matang secara emosional, memiliki ilmu yang lebih banyak, dan menjadi teladan kebaikan.
Apa yang harus dilakukan ketika umur bertamah?
Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memahami bahwa hidup di dunia sementara. Menggunakan waktu sebaik-baiknya sebelum datang kematian. Berbuat baik kepada orang tua, menjalin silaturahmi, dan beramal saleh bisa memperpanjang umur dalam kebaikan











