Oleh: Abudin Robbani
Masyarakat perkotaan di era modern mengalami tantangan yang kompleks, mulai dari sekularisasi, materialisme, individualisme, hingga pergeseran nilai-nilai agama. Dakwah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang mengusung tajdid (pembaruan) memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat perkotaan menuju kehidupan Islami yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Namun, misi ini tidak terlepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
*اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهِ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ*
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. An-Nahl: 125)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
*مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ*
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim, no. 1893)
Dan sabda lainnya:
*نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مَقَالَتِي فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا وَبَلَّغَهَا*
“Semoga Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengar ucapanku, lalu ia memahaminya, menghafalnya, dan menyampaikannya.”
(HR. Ahmad, no. 21608)
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
*إِنَّ الْبَيَانَ لِلنَّاسِ وَدَعْوَتَهُمْ إِلَى الدِّينِ الْحَقِّ مِنْ أَعْظَمِ أَعْمَالِ الْأَنْبِيَاءِ وَالصَّالِحِينَ، وَعَلَى الْمُسْلِمِينَ أَنْ يَسْتَمِرُّوا فِي ذَلِكَ بِحِكْمَةٍ وَصَبْرٍ*
“Menjelaskan kepada manusia dan mengajak mereka kepada agama yang benar adalah salah satu amalan terbesar para nabi dan orang-orang saleh. Kaum Muslimin wajib terus melakukannya dengan hikmah dan kesabaran.”
(Majmu’ Fatawa, 28/231)
Dr. Yusuf Al-Qaradawi, menjelaskan:
*الدَّعْوَةُ الإِسْلَامِيَّةُ فِي عَصْرِنَا تَحْتَاجُ إِلَى التَّكَيُّفِ مَعَ مُتَغَيِّرَاتِ الزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، مَعَ الْمُحَافَظَةِ عَلَى ثَوَابِتِ الدِّينِ وَأُصُولِهِ.*
“Dakwah Islam di zaman kita membutuhkan penyesuaian dengan perubahan waktu dan tempat, namun tetap menjaga prinsip-prinsip dan dasar-dasar agama.”
*Tantangan Dakwah Muhammadiyah di Masyarakat Perkotaan*
*1. Sekularisasi*
Masyarakat perkotaan cenderung memisahkan antara agama dan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat nilai-nilai Islam sulit diterapkan dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya.
*2. Individualisme*
Kehidupan perkotaan yang sibuk dan kompetitif memunculkan budaya individualisme, sehingga kepedulian terhadap sesama berkurang.
*3. Materialisme dan Hedonisme*
Gaya hidup konsumtif dan mengejar kesenangan duniawi menjadi penghalang utama untuk mendekatkan diri kepada Allah.
*4. Minimnya Partisipasi Generasi Muda*
Kurangnya daya tarik dakwah bagi generasi muda menyebabkan menurunnya keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan.
*Solusi Dakwah Muhammadiyah di Perkotaan*
*1. Pendekatan Hikmah dan Kreativitas*
Menggunakan metode dakwah yang sesuai dengan karakteristik masyarakat perkotaan, seperti melalui media digital, seni, dan budaya populer.
*2. Penguatan Lembaga Dakwah*
Memperkuat peran masjid, lembaga pendidikan, dan komunitas dakwah Muhammadiyah di perkotaan sebagai pusat pemberdayaan umat.
*3. Pengembangan Generasi Muda*
Mengadakan pelatihan, seminar, dan program khusus untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam dakwah.
*4. Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan*
Muhammadiyah perlu bekerja sama dengan pemerintah, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat dalam menyebarkan nilai-nilai Islam.
*Data dan Fakta Dakwah Muhammadiyah*
Berdasarkan laporan PP Muhammadiyah (2023), kontribusi Muhammadiyah di perkotaan melalui masjid modern, rumah sakit, dan lembaga pendidikan telah mencapai lebih dari 50% populasi Muslim perkotaan.
Tantangan terbesar adalah penetrasi nilai-nilai sekuler yang meluas di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Dakwah Muhammadiyah di masyarakat perkotaan adalah tantangan sekaligus peluang. Dengan memanfaatkan metode dakwah yang relevan, memperkuat sinergi kelembagaan, dan melibatkan generasi muda, Muhammadiyah dapat terus menjadi motor perubahan menuju masyarakat Islami yang berkemajuan.
Bekasi,31 Desember 2024











