Bariyah Umniyah : Ibadah Tanpa Wujud

Malang, Bariyah Umniyah Kader Tingkat III Pondok Pesantren Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta, dalam tausiah pagi di Masjid TPI Nurul Huda Penanggungan Klojen Kota Malang (9/3/2026) menyampaikan bahwa esensi yang ibadah ritual adalah interaksi spiritual manusia dengan Pencipta, manusia dengan Allah SWT (habluminallah).

“Ibadah sejatinya ialah yang melibatkan keikhlasan, rasa takut (khauf), dan harapan (raja’) kepada Allah” Ujar Bariyah

Santriwati Muallimat Yogyakarta ini menambahkan bahwa,

“Ibadah yang salah ialah Ibadah tanpa wujud (keikhlasan pada Allah SWT) membuat agama hanya menjadi formalitas kaku, hanya untuk menggugurkan kewajiban”

Bariyah menjelaskan pada Hadist Arba’in an Nabawi Rasulullah bersabda,

“Jagalah Allah, niscaya engkau akan bersama-Nya. Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Ia mengenalimu di waktu susah. Ketahuilah bahwa segala perbuatan salahmu belum tentu mencelakaimu dan musibah yang menimpamu belum tentu akibat kesalahanmu” lanjut aktifis lembaga pers Muallimat ini.

Alumni SD Muhammadiyah 9 Kota Malang menambahkan segala sesuatu yang terjadi wajib disyukuri dan dimengerti,

“Ketahuilah bahwa kemenangan beserta kesabaran, kebahagiaan beserta kedukaan, dan setiap kesulitan ada kemudaha”.

Dalam akhir tausiah Bariyah menutup dengan kesimpulan agar kita selalu menyertakan keikhlasan dan tulus kepada Allah SWT dalam beribadah. Sebab kita yang butuh Allah, bukan Allah yang butuh kita. Dan cara termudah untuk mendekatkan diri kepada Allah ialah dengan shalat lima waktu.

Menutup tausiah dengan memimpin dzikir pagi yang diikuti seluruh jamaah masjid. Rini Rahmawati sekretaris Ranting Aisyiyah Penanggungan mengapresiasi dan bangga dengan bakti santriwati Muallimat Yogyakarta melalui Tausiah dan dzikir pagi hari itu.

Editor: Azka