Oleh : Uzlifah
Ramadhan bulan yang sangat istimewa yang senantiasa dinantikan oleh semua umat Islam sedunia. Saking mulianya, Rasulullah SAW telah men contohkan bagaimana beliau menyiapkan dua selama dua bulan untuk menyambut bulan suci ini. Kini Bulan nan cantik dan Indah itu sudah bersama kita, satu pekan sudah berlalu benarkah kau sudah menjamunya dengan istimewa seistimewa bulannya ? Sekadar mengingat kembali seolah kita semua sudah mengikuti apa yang dicontohkan Rasulullah selama dua bulan berlalu yaitu; bulan Rajab dan bulan Syakban.
Dikisahkan di dua bulan tersebut beliau melakukan peningkatan peningkatan ibadah . Bulan Rajab yang disambung bulan Sya’ban dimanfaatkan Rasulullah untuk betul betul merefleksi diri . Sehingga bisa dikatakan keduanya merupakan “Bulan Muhasabah”. Hebatnya lagi muhasabah itu dilakukan hanya untuk lebih siap dan lebih baik untuk perjalanan hidup selama satu bulan penuh, yaitu bulan Ramadhan.
Empat bulan yang istimewa itu disebutkan dalam Alquran surat At-taubah ayat 36 yang berbunyi ;
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ
“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa”.
(QS. At-Taubah Ayat: 36)
Dalam ayat tersebut Allah mewanti wanti agar umat Nabi Muhammad SAW tidak berlaku dhalim di 4 bulan haram, salah duanya adalah bu Syakban dan Rajab. Begitu besar harapan Rasulullah setiap tahunnya bisa selalu bertemu bulan Ramadhan, maka beliau ketika memasuki bulan Rajab dan Syakban selalu memanjatkan doa yang sangat populer berdasarkan Hadits Riwayat Bukhari Muslim yang berbunyi ;
Allahumma bārik lanā fī Rajaba wa Sya’bāna wa ballighnā Ramadhāna (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan).
Kini Allah telah kabulkan doa kita, maka tidak ada kata lain yang bisa terucap kecuali hanya “Alhamdulillah”, satu kata yang bila orang mendengarnya menunjukkan bahwa orang yang mengucapkan itu sedang bersyukur.
Untuk mengungkapkan rasa syukur pada sang Maha segalanya tidaklah pantas hanya mengucapkan satu kata tersebut. Perlu pembuktian yang jelas, yaitu dengan melipatgandakan semua amal baik di bulan Ramadhan ini, bila satu pekan kemarin belum maksimal, maka bersegera untuk memperbaiki semuanya atas dan sesuai dengan kehendakNya.











