Jakarta, Grup band bergenre punk asal Purbalingga, Sukatani, menyatakan permintaan maaf kepada Kapolri dan institusi kepolisian. Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ kini ditarik dari semua platform pemutar musik.
Menanggapi kasus ini, Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menilai ini merupakan preseden yang sangat buruk bagi kehidupan demokrasi.
Menurut Titi, kegelisahan dan kritik masyarakat seharusnya diterima sebagai masukan yang perlu ditanggapi dengan serius.
Sejumlah riset dari lembaga nasional dan internasional menunjukkan bahwa indeks demokrasi Indonesia terus mengalami penurunan setidaknya sejak 2019.
Sumber : info











