Yogyakarta,Menurut informasi yang terdokumentasi di hizbulwathan.or.id, dalam sebuah perjalanan dakwah di kota tersebut, Kyai Haji Ahmad Dahlan melihat dengan mata sendiri aktivitas anak-anak yang tergabung dalam Javansche Padvinders Organisatie (JPO). Mereka mengenakan seragam dan berlatih baris-berbaris dengan disiplin tinggi di halaman Mangkunegaran. Pengalaman ini sangat memengaruhi pemikiran Kyai Haji Ahmad Dahlan.
Ketika Kyai Haji Ahmad Dahlan tiba di Jogja, dia dengan gembira bercerita kepada orang-orang di sekitarnya tentang apa yang telah dilihatnya selama perjalanan dakwah tersebut. Pengalaman itu memberikan inspirasi dan dorongan bagi beliau untuk membentuk Hizbul Wathan sebagai sebuah gerakan kepanduan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan nasionalisme.
Dengan demikian, HW menjadi salah satu bukti konkret bagaimana Muhammadiyah dan gerakan kepanduan memiliki peran yang penting dalam pembentukan karakter, kepemimpinan, dan patriotisme generasi muda Indonesia. Hari ini, kita merayakan warisan perjuangan dan semangat dari pendiri HW serta para pandu di seluruh Indonesia yang terus mewarisi nilai-nilai luhur dan semangat kebangsaan.
Bersama momentum ini Kwartir Pusat gerakan Kepanduan Hibul Wathan menggelar Silaturahmi Nasional HW yang ditempatkan di Kaliurang Yogyakarta
Penulis : Haraka
Editor : Azka











