Lagi ramai pemberitaan tentang Bali yang mengalami penurunan wisatawan , terutama libur sekolah dan nataru akhir tahun ini…
Para wisatawan lokal lebih memilih liburan ke Yogya daripada ke Bali…
Ada banyak alasan :
-Bali macet
-Yogya lebih murah
-Yogya lebih banyak wisata kulinernya
-banyak tempat wisata baru di Yogya
-gak susah nyari hotel syariah dan makanan halal di Yogya.
Tapi yang paling utama menurut berita yang beredar, adalah sikap para penyelenggara pariwasata Bali yang cenderung suka menyepelekan turis lokal dan mendahulukan turis asing… padahal mereka bayar dengan harga yang sama …!!!
Bahkan seorang Ivan Gunawan pun mengalami perlakuan yang seperti itu…
Mengalami perlakuan rasis karena bukan bule…!!!
Ivan Gunawan lho…
Artis lho…
Yang uangnya banyak….!!
Tapi masih mengalami hal yang demikian…!!
Dari yang aku baca dari komen-komen orang Bali sendiri, alasan utama mereka mendahulukan turis asing, dikarenakan turis asing suka ngasih tips…
Padahal turis gembel bin medit banyak… Buktinya hostel 100 ribuan di Bali, isinya banyak turis asing nya..
Sementara Wisatawan lokal yang dermawan juga banyak…
Tetiba aku teringat jepang….
Negara maju yang selalu jadi tujuan wisata berbagai bangsa….
Yang pernah berkunjung ke Jepang insya Allah sepakat bahwa Jepang adalah tempat yang nyaman untuk wisata atau liburan…
Salah satunya adalah karena , hotel-hotel, restoran di Jepang dan juga tempat layanan lainnya, melarang atau tidak membiasakan stafnya menerima tips (uang tip) karena dianggap tidak sopan, merendahkan, atau bahkan bisa menimbulkan situasi canggung, sebab pelayanan prima sudah menjadi bagian dari harga dan gaji staf yang layak, jadi tips justru akan ditolak dan dikembalikan.
Di jepang, Tips Dianggap Merendahkan.. Memberi tips bisa diartikan bahwa pemberi tips merasa lebih tinggi statusnya, seolah-olah stafnya tidak cukup baik dengan gaji mereka.
Orang jepang memiliki filosofi shokunin kishitsu (keahlian profesional) yang mendorong pelayanan sempurna tanpa imbalan ekstra.
Maka… adalah aneh ketika orang-orang Bali yang berkecimpung di dunia wisata, memperlakukan turis asing lebih istimewa daripada turis lokal karena turis asing suka memberi tips…
Sementara orang rang Jepang menganggap pemberian tips itu merendahkan harga diri mereka…!!
Mungkin karena terlalu lama di jajah penjajah ?
Sehingga mental inlander masih melekat , walau sudah lama merdeka ?…
Mental meminta-minta dan merasa bangsa barat lebih tinggi dari bangsa kita ?
Sehingga memperlakukan turis asing dan turis lokal jadi berbeda ?
Mungkin ada baiknya para pelaku wisata di Bali bersikap professional seperti di jepang…
Oh ya…di jepang bukan pelaku wisata saja yang melarang pemberian tips tapi juga tempat pelayanan umum lainnya…
Ini yang harusnya ditiru oleh masyarakat kita, bukan cuma pelaku wisata di Bali saja.. menolak pemberian tips… karena kita bekerja sudah digaji..
Orang Jepang bangga dengan profesionalisme mereka. Pelayanan berkualitas tinggi dianggap kewajiban, bukan sesuatu yang memerlukan bayaran tambahan, dan sudah terintegrasi dalam gaji mereka
https://www.japantravelpros.com/blog/kansai-quick-note-no-tipping-japan
Selain itu turis asing di Bali yang gembel juga banyak…
Justru wisatawan lokal yang datang ke Bali itu biasanya bawa duit lebih…
Coba saja… Yang biasanya beli pia Bali, kacang Bali,mukena Bali itu siapa ?
Wisatawan lokal kan ?..
Terus tuduhan warlok yang mengatakan kalo wisatawan lokal gak punya duit banyak sementara kalo bule banyak duitnya , menurut ku juga kurang tepat…
Beberapa waktu yang lalu ada turis dari China yang meninggal keracunan di Bali dan beberapa bule yang juga keracunan di sebuah hostel di Bali yang biaya sewanya per malam cuma 100 ribuan…
Jujurly…aku beberapa kali liburan ke Bali ..gak pernah nginep di hostel yang harganya 100 ribuan…!!
Selalu nyari hotel diatas itu…
Bukan gak bisa…tapi khawatir keselamatan dan keamanan kurang terjamin 🙏
Tapi ternyata malah turis asing yang nginep di hostel 100 ribuan… bahkan banyak yang nginep di kos-kosan ….!!!
Lha ..kalo wisatawan lokal aja gak nginep di hostel 100 ribuan,…
Malah turis asing yang nginep di hostel 100 ribuan….!!!
Itukan artinya turis asing itu banyak juga yang gembel….
Tapi perlakuan warlok ke wisatawan lokal, rasis dibandingkan dengan ke turis asing….
Ya wajarlah…kalo wisatawan lokal pindah nyari tempat wisata lain yang lebih nyaman dan ramah untuk “membuang duit mereka” 😁
Dan ternyata sebelum ini…Secara volume, jumlah wisatawan domestik (wisnus) jauh lebih banyak dibandingkan dengan wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali.
Meskipun Bali sangat terkenal di dunia internasional dan menjadi tujuan utama wisman, data statistik menunjukkan bahwa pasar domestik menyumbang angka kunjungan yang lebih besar secara keseluruhan.
Beberapa poin penting perbandingannya:
Total Kunjungan 2024: Lebih dari 16,4 juta wisatawan domestik dan internasional mengunjungi Bali pada tahun 2024.
Sementara Kunjungan Wisatawan mancanegara 2024: Tercatat sekitar 6,3 juta kunjungan…
Itu artinya 10,1 juta nya adalah wisatawan lokal….!!!
So…bisa anda bayangkan…
Jika seandainya para wisatawan lokal itu memboikot untuk tidak lagi datang berwisata ke Bali….
Hanya turis asing saja yang datang berkunjung ke Bali…
Bayangkan….
Betapa sepinya Bali….!!
Berapa banyak hotel akan tutup…
Pedagang pia Bali, kacang Bali, souvenir akan merugikan…
Supir online, penyewaan mobil, penyewaan sepeda motor, guide akan kehilangan pekerjaan…
Lho…turis lokal kan gak perlu guide ?…
Perlu lah…
Saat aku ke hendak naik ke puncak gunung Batur…aku penggunaan jasa pemandu lokal, alias guide…
Dan memang yang hendak mendaki gunung Batur, pada menggunakan jasa guide…
Saat aku dan suami hendak ke Nusa penida, aku juga menggunakan jasa guide lokal…
So… Bersikap rasis terhadap wisatawan lokal… adalah sikap yang sebetulnya merugikan pelaku wisata Bali sendiri…
Sesungguhnya Bali selalu di hati…
Aku pernah tinggal di Bali…
Pernah kuliah di Bali…
Aku juga memiliki teman-teman yang orang Bali yang begitu baik
Pernah punya ibu kos orang Bali yang sangat baik
Pernah KKN di sebuah desa di Bali yang penduduknya sangat ramah dan baik
Bahkan ada sebuah keluarga Bali yang sangat baik padaku saat aku KKN….biar kata aku berjilbab…
aku bahkan berhutang Budi pada keluarga ini…
Beberapa tahun yang lalu,saat mengunjungi Bali…aku mencoba mencari keluarga ini…tapi tidak ketemu 🥹
Semoga Bali menjadi lebih baik lagi… meninggalkan sikap rasis dan arogan terhadap wisatawan lokal











