Tritik Fair: Bazar UMKM dan Lomba Memancing, Meriahkan Ekonomi Desa Lewat Semangat Wirausaha!

Tritik Fair: Bazar UMKM dan Lomba Memancing, Meriahkan Ekonomi Desa Lewat Semangat Wirausaha!

Desa Tritik, Kabupaten Nganjuk – Suasana Desa Tritik menjadi riuh dan semarak ketika deretan tenda warna-warni berdiri tegak di lapangan desa. Warga antusias datang untuk ikut meramaikan acara. Inilah “Tritik Fair: Bazaar UMKM dan Lomba Memancing”, salah satu puncak kegiatan dari program kerja Pengabdian Kepada Masyarakat Pulang Kampung (PKM-PK) yang diinisiasi oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Bukan sekadar bazar, Tritik Fair menjadi ajang pertemuan ide, produk lokal, dan semangat wirausaha yang membara. Rangkaian acaranya meliputi bazar produk UMKM desa, lomba memancing yang disambut antusias warga dari berbagai usia, serta diakhiri dengan penentuan stand bazar terfavorit melalui sistem Voting.Rangkaian acara dirancang untuk satu tujuan besar yaitu menguatkan ekonomi desa berbasis partisipasi aktif masyarakat melalui Mentoring yang telah dilakukan sebelumnya selama beberapa hari mengenai pemasaran dan keuangan.

UMKM Lokal Jadi Bintang Utama

Dalam bazar ini, para pelaku usaha kecil dan menengah dari Desa Tritik menyajikan produk-produk unggulan mereka. Mulai dari kerupuk pecel, lontong kecap, aneka cilok (cilok tahu, cilok panir, cilok telur), hingga es secang yang menarik pembeli. Bazar ini bukan sekadar ruang jual-beli, melainkan ruang apresiasi atas karya lokal yang selama ini tersembunyi dari sorotan publik. Tak hanya itu, peserta bazaar Tritik Fair juga memiliki antusias yang tinggi dalam mempersiapkan puncak acara ini.  “Menu saya sudah siap semua mbak dari subuh saya sudah masak, tinggal ditata saja di tenda bazaar” tutur Ibu Madin pemilik unit usaha “Pawon Madin” yang sudah siap 3 jam sebelum Bazaar dimulai. 

Lomba Memancing: Seru, Akrab, dan Penuh Tawa

Semangat Tritik Fair semakin hidup karena hadirnya lomba memancing, sebuah hiburan rakyat yang sederhana namun membawa tawa dan keakraban. Di sisi lapangan bazar terdapat sungai yang dimana puluhan warga berkumpul dan membawa kail serta harapan. Menariknya lomba memancing ini tak mengenal usia, dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak usia 5 tahun pun kerap memeriahkan acara. Di antara canda dan teriakan, terjalinlah interaksi sosial yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat. Suasana semakin pecah ketika salah satu pemuda mendapatkan ikan grand master dan ikan berpita yang dapat di klaim hadiah.

Tritik Fair: Bazar UMKM dan Lomba Memancing, Meriahkan Ekonomi Desa Lewat Semangat Wirausaha!

 

Sumber : Penulis, Ds.Tritik 26 Juli 2025

Membangun Desa, Merajut Asa

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai jembatan interaksi ekonomi dan sosial antara pelaku UMKM dengan masyarakat luas. Tenda-tenda yang disiapkan memberikan ruang yang nyaman dan tertata, mendukung suksesnya transaksi dan komunikasi yang efektif antar pelaku usaha dan pengunjung.

Tritik Fair bukan sekedar event biasa, tapi simbol gerak nyata untuk mendorong desa menumbuhkan perekonomian yang berkelanjutan, dimulai dari partisipasi warganya sendiri. Tritik Fair membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari desa. Dari tenda sederhana, lahir mimpi besar. Dari bazar lokal, tumbuh ekonomi yang kuat. Dan dari kolaborasi mahasiswa dan warga, tercipta desa yang semakin berdaya.