Oleh : Uzlifah
Disampaikan dalam siaran RRI Malang
Merasa tidak mungkin untuk berhijrah dari yang biasa biasa saja menjadi lebih baik adalah curhatan banyak orang yang sering kita terima dan kita dengar. Rerata orang orang seperti ini merasa dirinya sudah dalam posisi yang benar, dan keadaanlah yang dkanggapnya kurang bisa memberi keberuntungan.
Hidup bermasyarakat tentu akan banyak menemui warna, bukan hanya pada tataran masyarakat secara luas, dalam keluargapun yang merupakan unsur terkecil dalam masyarakat akan kita temukan warna lebih dari satu jenis.
Menikmati hidup dalam keberagaman bagian dari sebuah proses yang kita pilih untuk menciptakan sebuah model kehidupan.
Maka bisa dipastikan wujud kita dalam menjalani hidup itu tergantung bagaimana kita memilih model.
Siapapun yang senantiasa berada di sekitar kita dalam rutinitas aktivitasnya keseharian tentu sedikit banyak akan memberi warna dalam hidup kita. Maka sangat betul bahwa lingkungan dalam bentuk apapun akan memengaruhi kehidupan seseorang.
Orang yang senantiasa dalam lingkungan yang baik, pasti akan beri efek positif dari setiap sudut kehidupannya, dan ini wajar juga biasa saja karena tidak terlalu berat tantangannya, ya. . .karena sudah baik semua.
Demikian juga dengan lingkungan yang buruk tentu juga akan memberi pengaruh buruk. Makanya ketika ada seseorang yang lingkungannya kurang baik, suka maksiat, kemudian seseorang tersebut bisa bisa tampil bagus, mulai dari aqidah, akhlak, ibadah dan lainnya baik adalah sesuatu yang bukan biasa lagi. Akan tetapi sangat sangat luar biasa. Karena model yang seperti ini pasti tidak akan banyak kita jumpai.
Sosok manusia yang seperti itu karena dia bisa menghadirkan “khauf” pada dirinya. Rasa takut yang bukan hanya sekedar takut. Khauf yang berasal dari fi’il khaafa, yakhaafu, khaufaan, lebih dalam memiliki makna takut yang kemudian secara bersamaan menghadirkan sifat menahan, menghindar, menjauh dari semua yang dilarang oleh Allah Subhanahuwata’la.
Seseorang yang mampus menghadirkan khauf dalam dirinya , menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki nilai relegiusitas tertinggi, tidak takut dengan siapapun melainkan hanya takut pada Allah Subhanahuwata’la.
Tidak ada nilai terbaik untuk rasa takut, selain hanya takut pada Allah. Sesuatu yang terlihat sepele tapi memiliki magnet kebaikan yang sangat luar biasa dalam kehidupan di dunia maupun akhirat. Dan siapapun yang mempunyai sifat ini maka, sifat sifat baik lainnya secara otomatis akan dimilikinya; jujur, amanah, berbakti pada kedua orangtua, sayang sesama, dermawan, tanggungjawab dan masih banyak lagi sifat sifat baik yang akan menyertainya.
Allah mengingatkan dalam firmannya;
يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا
نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَوْفُوْا بِعَهْدِيْٓ اُوْفِ بِعَهْدِكُمْۚ وَاِيَّايَ فَارْهَبُوْنِ
yā banī isrā`īlażkurụ ni’matiyallatī an’amtu ‘alaikum wa aufụ bi’ahdī ụfi bi’ahdikum, wa iyyāya far-habụn
Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu. Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan takutlah kepada-Ku saja. (QS. Al-Baqarah Ayat: 40)
Pada ayat tersebut sangat jelas, Allah menyampaikan akan memenuhi semua janjiNya, dengan satu syarat hanya takut kepadaNya.
Perintah untuk tunduk dan patuh kepadaNya bukannya tanpa alasan. Ada banyak ayat yang menyampaikan bahwa siksa dan adzab Allah itu amat sangat pedih, amat sangat keras dan amat sangat berat.
Itulah alasan kenapa Allah berungkali mengingatkan bagaimana balasan bagi orang- orang yang ingkar.
Hal tersebut menunjukkan sifat rahman dan rahimNya, supaya manusia yang merupakan salah satu makhluk ciptaannya bisa merasakan nikmatnya kehidupan dunia akhirat.
Dengan jelas Allah juga menjanjikan hadiah terindah, yaitu surga bagi orang- orang yang takut kepadaNya dengan senantiasa mengamalkan kebaikan.
اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا
الصّٰلِحٰتِ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ەۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيْرُۗ
innallażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti lahum jannātun tajrī min taḥtihal-an-hār, żālikal-fauzul-kabir
Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka akan mendapat surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, itulah kemenangan yang agung. (QS.Al-Buruj Ayat:11)
Dan Allah juga menegaskan akan adzab pedih yang menimpa pada orang-orang yang ingkar
اِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيْدٌ ۗ inna baṭsy rabbika lasyadīd
Sungguh, azab Tuhanmu sangat keras. (QS.Al-Buruj Ayat:12)
Semoga kita semua, orang-orang yang membaca artikel ini termasuk golongan ahli surga.
Wallahu a’lam bishawab.











