Politik Merangkul atau Memukul

Beberapa masalah yang krusial di era Joko Widodo yang akan menjadi PR bagi penerusnya Presiden Prabowo Subianto adalah masalah Politik, Hukum dan HAM. Diantaranya adalah RUU Perampasan Aset Tindak Pidana yang merupakan domain hukum tapi terganjal di wilayah politik. Hal ini bisa kita lihat bagaimana DPR seperti “enggan” untuk membahas dan mendorong RUU tersebut menjadi UU. Bisa jadi, ini juga menjadi ancaman sumber “logistik” mereka.

Selain itu, ada juga masalah HAM di Papua yang hingga saat ini masih belum mereda. Padahal pemerintah sudah melakukan berbagai upaya termasuk dengan cara persuasif. Bahkan Presiden Jokowi bisa dikatakan lebih sering mengunjungi Papua dibanding wilayah NKRI yang lain. Mungkin atas dasar inilah Presiden Prabowo Subianto akhirnya memecah kementerian di bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM.

Kini Kementerian Koodinator Politik Hukum dan Keamanan telah dipisah dan dimekarkan. Adalah Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan yang dijabat oleh Budi Gunawan dan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, dijabat Yusril Ihza Mahendra. Sementara Kementerian HAM sendiri dijabat oleh Natalius Pigai.

Menurut saya ini adalah langkah strategis dan taktis dari Presiden Prabowo yang sepertinya akan memecah kebuntuan politik atas produk hukum yang membawa semangat pemberantasan korupsi dan pencucian uang. Itulah kenapa beliau memilih Budi Gunawan yang selama ini dianggap dekat dengan kubu politik “penyumbat” itu. Termasuk juga mengenai masalah HAM di Papua. Dengan strategi politik merangkul, Prabowo memilih nama Natalius Pigai sebagai Menteri HAM diharapkan juga mampu memecah kebuntuan itu.

Lalu dimana peran strategis Menko Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dijabat Yusril Ihza Mahendra? Ia akan menjadi “ujung tombak” presiden jika kedua masalah krusial di atas masih mengalami kebuntuan. Misalnya, merumuskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang jika terkendala di wilayah legislasi. Termasuk juga landasan hukum jika “Soft Approach” masalah Papua masih saja mengalami kendala.

Jika musuh tidak bisa dirangkul, sangat mungkin Prabowo Subianto akan memukul sebagaimana karakteristik seorang prajurit di Medan Perang.

#KabinetMerahPutih #NataliusPigai #yusrilihzamahendra #BudiGunawan