Malang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melaksanakan program kerja bertajuk Cengkeh Kemas Kini di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program ini menyasar Kelompok Tani Purnama 1 dan bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas cengkeh melalui pengolahan menjadi pestisida nabati alami, serta pelatihan pemasaran digital dan penguatan branding produk (7/2025).
Kegiatan ini dipimpin oleh Asya Hujjah El Imani Mahmudatan selaku penanggung jawab program, dengan dukungan dari Pak Trian sebagai pengurus kelompok tani setempat.
Dalam pelaksanaannya, program mencakup tiga fokus utama: inovasi produk, edukasi pasar, dan penguatan identitas usaha tani lokal.
Dalam program ini para petani Desa Ngadirejo dilatih untuk mengolah cengkeh menjadi pestisida nabati sebagai alternatif dari bahan kimia berbahaya. Proses pembuatan melibatkan tahap-tahap sederhana seperti pengeringan, penggilingan, pencampuran bahan alami, dan fermentasi, yang kemudian diuji coba langsung di lahan pertanian milik warga.
Selain pelatihan teknis, tim PKM FEB UB juga memberikan penyuluhan terkait pemasaran produk secara digital. Para anggota kelompok tani diperkenalkan dengan strategi pemasaran online seperti penggunaan media sosial dan marketplace sebagai potensi pengembangan pasar. Untuk mendukung promosi, kegiatan ini juga mencakup pelatihan desain kemasan produk, pembuatan label, serta logo usaha tani berbasis identitas lokal.

Menurut Asya, program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada bagaimana produk cengkeh bisa tampil menarik dan bersaing di pasaran. “Kami ingin mengubah cara pandang petani, bahwa hasil pertanian bukan hanya untuk dijual mentah, tetapi bisa diolah dan dipasarkan secara modern dengan nilai jual lebih tinggi,” ungkapnya.
Hal ini juga diamini oleh Pak Trian yang mengaku bahwa program ini membuka wawasan baru bagi para petani, terutama dalam hal pemasaran dan pengemasan produk,
“Alhamdulillah adanya PKM UB didesa kami, para petani desa Ngadirejo ini jadi memiliki kesadaran, ilmu dan teknik yang tepat untuk mengolah hasil pertanian baik itu kopi maupun cengkeh sehingga lebih bernilai”
Program Cengkeh Kemas Kini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi petani melalui penguatan sektor olahan berbasis potensi lokal.
Penulis : Asya Hujjah El Imani Mahmudatan
Jurnalis : Azka
Editor. : Haki











