Catatan Persiapan Ramadhan dari Fukuoka Jepang

 

“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya.” (QS. Az-Zalzalah)

Setiap tempat sujud akan menjadi saksi. Maka memperbanyak tempat sujud adalah bagian dari amal, termasuk shalat dan ibadah yang dilakukan di Masjid An-Nur Fukuoka. Semoga kita termasuk orang yang tercatat memiliki banyak tempat sujud.

 

Tema Besar: Persiapan Ramadhan

 

Ramadhan sering terlewat begitu saja karena rutinitas yang repetitif, termasuk dalam pendidikan anak dan pembinaan keluarga.

Bapak-bapak yang hari ini aktif, suatu saat akan menjadi aki-aki; apa warisan iman yang ditinggalkan?

 

Kisi-Kisi Kajian

1. Mindset Keistimewaan Ramadhan

Kesadaran akan keistimewaan Ramadhan

(QS. Al-Baqarah: 183–187)

 

Panggilan “Yā ayyuhalladzīna āmanū” adalah panggilan berbasis kepercayaan (trust), kasih sayang, dan pemuliaan.

 

Puasa diwajibkan secara bertahap:

Awalnya berat

Lalu dimudahkan

Hingga menjadi seimbang

Ramadhan memiliki:

Hari-hari khusus

Maqāṣid yang jelas: taqwa

 

Pelajaran dari para sahabat:

Ada sahabat yang tidak memiliki makanan, tertidur sebelum sahur, dan saat itu jika sudah tidur tidak boleh makan lagi.

Beberapa sahabat pernah melakukan hubungan (suami-istri di malam puasa), asalnya keduanya (makam dan HB di malam hari tdk boleh selama puasa dan malamnya tidur) lalu Allah turunkan keringanan dengan membolehkannya (Al Baqarah 187)

 

Suami-istri adalah:

✅Penutup aib

✅Penenang

✅Perhiasan satu sama lain

 

Catatan penting:

10 hari terakhir adalah eskalasi amal, tetapi:

Jangan menjadikan Ramadhan sebagai transaksi sempit, hanya semangat krn memburu kuantitas pahala, apalagi hanya berburu malam ganjil.

 

✅ Itikaf amalan utama ttpi jangan sombong karena bisa itikaf

✅ Jangan merendahkan yang tidak mampu, krn bsa mwrusak amal

 

Refleksi pribadi:

✅ Ust Saiful Bahri Pertama datang ke Jepang: Agustus 2012 (musim panas),

Ramadhan terasa cepat dan singkat, ini saya ke 4 kalinya safari dakwah di Jepang.

✅ Setiap masa dan tempat ada tantangannnya tpi ingat iti Tidak seberapa dibanding ujian saudara-saudara kita di Tamiang dan Gaza

 

Keistimewaan Ramadhan:

✅Bulan diturunkannya Al-Qur’an

✅Bulan ampunan

✅Paradoks: berharap ampunan Allah, tapi enggan memaafkan manusia

✅Iklim sosial yang mendukung kebaikan (rekayasa sosial), perlu merekayasa sosial agar masyarakat menjadi baik. Jangan sampai merekayasa yg buruk shg menjadi kebiasaan dan dibenarkan.

 

إذا كثر المنكر صار معروفًا

Artinya:

“Apabila kemungkaran sudah semakin banyak (meluas), maka ia berubah (dianggap) sebagai sesuatu yang ma‘ruf.”

 

2. Persiapan yang Cukup

a. Fisik

Menjaga stamina dan kesehatan

 

b. Mental & Psikologis

Menguatkan niat dan kesiapan hati.

 

c. Keuangan

Perencanaan agar fokus ibadah, misal fokus dgn anak yatim atau bantuan ke aceh-sunatera

 

d. Ilmu

Memperbarui pemahaman keislaman, ttg fikih puasa.

Latihan puasa sunnah (Rajab & Sya’ban)

Doa para salaf:

6 bulan sebelum Ramadhan agar dipertemukan dengannya

6 bulan setelahnya agar amal diterima

 

e. Diri, Keluarga, & Lingkungan

Membuat countdown Ramadhan di rumah

Menyiapkan suasana Ramadhan sejak awal.

 

3. Perencanaan yang Matang dan Profesional

Perencanaan ibadah pada:

✅Level pribadi

✅Keluarga

✅Komunitas

Memperluas daya jangkau komunitas (musfuk) untuk dapat memberdayakan potensi kaum muslimin di fukuoka (ribuan jumlahnya)

✅Mendelegasikan tugas agar efektif

 

Rekayasa sosial dalam Ramadhan:

Amal kebaikan meningkat karena lingkungan mendukung.

 

إذا كثر المنكر صار معروفًا

Artinya:

“Apabila kemungkaran sudah semakin banyak (meluas), maka ia berubah (dianggap) sebagai sesuatu yang ma‘ruf.”

 

4. Target yang Terukur dan Terevaluasi

a. Target ibadah jelas

b. Ada evaluasi di tengah dan akhir Ramadhan

c. Bukan sekadar semangat, tapi berkelanjutan

 

5. Lingkungan dan Group Value

a. Rumah kecil yang penuh iman

b. Komunitas yang saling membersamai

c. Sahabat, teman, dan guru

Menjaga silaturahim sebagai energi spiritual

 

6. Istiqamah dan Kebaikan Berkelanjutan

Kebaikan terbaik adalah yang kontinu

Menjadi pribadi terbaik dengan Al-Qur’an

Hirarki keutamaan:

Jibril: malaikat terbaik

Muhammad ﷺ: nabi terbaik

Ramadhan: bulan terbaik

Lailatul Qadar: malam terbaik (QS. Al-Qadr: 3)

 

Kualitas satu pribadi Qur’ani lebih baik daripada 1.000 komunitas tanpa Al-Qur’an.

Interaksi dengan Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an dalam kondisi apa pun:

Sehat atau sakit

Kerja malam atau lembur

Bahkan di medan jihad

Baca sesuai kemampuan

QS. Al-Muzzammil: 20

 

Bacaan malam lebih merasuk daripada siang

Iqra’ diulang 5 kali

Menunjukkan pentingnya leverage membaca dalam membentuk kualitas manusia.

 

Orang istimewa adalah orang yang hidupnya berinteraksi dengan Al-Qur’an.

 

Penutup: Puasa dan Masa Depan

Puasa membangun:

Kecerdasan masa depan

Future-proofing

Nilai tanpa batas (limitless)

 

Refleksi kisah:

Nabi Ya’qub dan Nabi Yusuf

Kesabaran lintas waktu

Visi jauh ke depan, melampaui ujian sesaat

Awas setan itu enjoy diajak bicara tetapi menjerumuskan.

 

Was bahaya setan gepeng bisa merusak puasa dan kehidupan anda.

selesai dilanjut tanya jawab.

———-

(Catatan Al Faqir Sam Abughazi Ahmadinov)