IMPERIALISME AMERIKA
Penangkapan Presiden Nikolas Maduro oleh Trump jelas melanggar hukum internasional , karena dalam hukum internasional berlaku prinsip imunitas kepala negara, Presiden yang masih menjabat memiliki kekebalan penuh dari Penangkapan,Penahanan, Penuntutan pidana, oleh negara lain.
Kecuali Jika Presiden didakwa oleh ICC (Mahkamah Pidana Internasional) . Karena kejahatan berat seperti Genosida, Kejahatan perang, Kejahatan terhadap kemanusiaan.
Venezuela adalah negara dengan penduduk 71% Katolik Roma. dan 17% Kristen Protestan . Sementara Amerika 68% Kristen , Mayoritas Protestan (Evangelis)
Dunia Islam tidak ada yang memframing konflik US – Venezuela sebagai perang saudara antar negara kristen. Sebagaimana cara pandang Barat Kristen terhadap Konflik Timur Tengah.
Venezuela adalah Pendukung Palestina , Tapi bukan itu sebab agresi Amerika .
Venezuela sejak jaman Hugo Chávez sudah terang-terangan menentang Amerika dan mengusung anti-imperialisme AS. Venezuela melakukan nasionalisasi industri minyak (PDVSA). Membatasi peran Exxon Mobil, Chevron. Dan mengalihkan kerja sama ke China & Rusia
Amerika kehilangan Akses minyak murah, Kendali ekonomi, dan Pengaruh strategis. Bagi Venezuela, ini dianggap kedaulatan ekonomi. Bagi Amerika Venezuela “merampas” kepentingan ekonominya.
Venezuela memiliki cadangan minyak bumi terbesar di dunia yaitu 303 Milyar Barrel, lebih besar dari Arab Saudi. Faktor inilah yang membuat Trump menyerang Venezuela. Sebagaimana dulu mereka mengagresi Irak dan Afganistan.
Faktor lain , Venezuela adalah pintu masuk musuh AS ke Amerika Latin. Yaitu Rusia , China, dan Iran . Venezuela menjadi ancaman geopolitik Amerika.
Venezuela adalah sekutu Rusia yang berdiri di “halaman belakang” Amerika. Venezuela adalah konsumen produk : Jet, Rudal, sistem pertahanan buatan Rusia. Juga teman dalam latihan perang-perangan. China memberi pinjaman besar, dibayar dengan minyak. Jika Maduro jatuh, utang dan investasi China terancam. Iran membantu teknologi kilang minyak, dan pasokan bensin Venezuela. Iran dan Venezuela sama-sama negara yang diberi sangsi Amerika. Meraka bersekutu karena solidaritas .
Lalu jika Trump melanggar hukum Internasional. siapakah yang berani menghukum Si Rambut Jagung , Trump ? Jangan harap ada pasukan PBB turun menengahi.
Akankah Sekutu Venezuela : Rusia dan China berani turun gunung membantu Maduro menghadapi Amerika ? Saya tidak yakin. Rusia masih sibuk dengan Ukraina. Venezuela juga bukan kepentingan vital Rusia. Politik China itu pragmatis tidak akan berani berhadapan langsung dengan Amerika. Apalagi Iran, yang sedang pusing dengan masalah dalam negerinya sendiri.











