Berlin – Telah terjadi sebuah serangan teror di Pasar Natal (Christmas Market) di Kota Magdeburg, Jerman. Beberapa orang dikabarkan tewas dan puluhan lainnya terluka.
Individu dan kelompok-kelompok radikal anti-Islam, baik di Jerman maupun dunia , langsung mengalamatkan tuduhan kepada ISLAM! Kebetulan Jerman merupakan salah satu negara Eropa yang menjadi tujuan favorite para imigran dan pencari suaka dari negara-negara muslim.
Herannya, orang-orangan sawah modelan Islah Bahrawi, Narkosun, Abu Jangkrik, dsb, yang biasanya suka tereak-tereak radikal-radikul nggak kedengeran suaranya terkait kasus ini. Apakah karena diam dan bersuaranya mereka ada yang meng-orchestrasi? Ada dirijennya?
Beruntung mereka belum buka mulut karena faktanya…
Pelaku teror adalah seorang buronan pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bernama Thalib Abdul Muhsin. Dia pernah melakukan pemerkosaan yang di Arab Saudi hukumannya adalah hukuman mati. Saudi pernah meminta kepada Jerman untuk mengekstradisinya ke Saudi tapi pemerintah Jerman menolak permintaan tersebut dengan alasan kemanusiaan.
Thalib Abdul Muhsin pindah ke Jerman sejak tahun 2006. Jadi sudah 20 tahun dia tinggal di sana.
Begitu menginjakkan kaki di Jerman 20 tahun yang lalu Thalib Abdul Muhsin langsung memproklamirkan diri sebagai seorang murtadin, seorang ATHEIST lebih tepatnya. Ini kurang lebih mirip-mirip dengan Saefudin Ibrahim, yang sekarang tinggal di Amerika Serikat. Cuma kalau Saefudin Ibrahim ngakunya sebagai pendeta.
Di Jerman Thalib Abdul Muhsin diberi pekerjaan di sebuah rumah sakit pemerintah, karena dia memang seorang dokter. Anehnya, dia selalu menghujat pemerintah Jerman, bahkan mengancam untuk membunuh kanselir (waktu itu) Angela Merkel. Dia menuduh Jerman melakukan Islamisasi Eropa.
Begitu bencinya dia dengan Islam sampai-sampai memprovokatori perempuan-perempuan muslimah, khususnya muslimah Arab Saudi, untuk murtad dan pindah ke Jerman. Mungkin karena ini pula dia dicari-cari oleh Pangeran Muhammad bin Salman. Tapi, bukannya berterima-kasih kepada pemerintah Jerman yang selalu melindunginya dia malah melakukan aksi teror mematikan di sana. Air susu dibalas dengan air tuba.
Kini sedang terjadi perang narasi terkait kasus ini, antara Islam dan kaum anti-Islam. Para pembenci Islam keukeuh menyebut Thalib Abdul Muhsin sebagai bagian dari radikalisme Islam sedangkan umat Islam tak kalah sengit menyodorkan bukti-bukti kalau pembunuh itu justru seorang Islamophobic.
Jurnalis : Ikhwan
Editor : Hadi Kusuma











