New Face of ‘Mo Limo’

 

“Warning” Walisongo 5 Abad yang lalu…

Sebenarnya Wali Songo di saat mereka gencar-gencar berdakwah Al-Islam di tanah Jawa, secara sosiologis sudah memperingatkan berbagai penyakit sosial di tanah Jawa, khususnya yang akan menimpa dan terjadi pada manusia penghuninya, yaitu adanya potensi berbagai jenis kemaksiatan di tengah masyarakat di negeri ini yang berpotensi mengundang bala’ bencana yaitu di istilahkan mereka dengan perilaku menyimpang “molimo”

Orang jawa tak asing lagi mendengar kata molimo (lima M) yang merupakan adab yang juga ajaran Islam.

Molimo merupakan adab dalam budaya jawa agar manusia hidup menjauhinya, karena melakukan molimo akan menderita baik lahir maupun batin, dunia akherat, materil dan immateril

Sebaliknya jika menghindari molimo ini maka hidup menjadi sehat, keluarga harmonis, fisik akan menjadi sehat jauh dari serangan berbagai jenis penyakit dan insya Allah hidupnya bahagia dan syurga Allah akan bisa diraih.

1. MAIN

Main disini maksudnya adalah perjudian, sabung ayam, berjudi, bertaruh judi bola juga termasuk jenis perjudian

2. MADON

Madon adalah pelacuran, prostitusi, maksiat dan perselingkuhan

3. MALING

Maling adalah mencuri, suap, korupsi dan mengambil yang bukan haknya

4. MADAT

Madat adalah menggunakan candu, zat adiktif atau narkoba seperti ganja, putau, sabu-sabu, extacy dan sejenisnya

5. MINUM

Minum maksudnya minuman keras, minuman yang memabukan, minum alkohol, dll. Minum ini yang paling berbahaya, dan banyak kasus setelah minum mereka lalu berzina dan akhirnya membunuh.

Molimo tanpa dijelaskan dengan panjang lebar kita sudah tahu betapa bahayanya, kita banyak melihat di masyarakat kita yang gemar melakukan perjudian; terbiasa dengan perzinaan dan selingkuh; hingga mencuri dan minum minuman keras; kehidupan rumah tangga yang tidak bahagia dan akhirnya bercerai; dan bagaimana manusia-manusia setan dengan sengaja menyediakan prasarananya. Dan berapa banyak masyarakat kita tertipu dengan jerat-jerat syaithon itu.

KONSEP MOLIMO MODERN SUDAH BANYAK BERUBAH BENTUK DAN TAMPILAN “CASING”-NYA TAPI ESENSI TETAP SAJA TAK BERUBAH

Kini orang kita sudah memasuki zaman modern, zaman internet berkecepatan 5G, yang sebentar lagi akan memasuki fase revolusi industri AI dan robotik. Tapi apakah prilaku _”molimo”_ ini pernah berubah?

Sekarang ini justru muncul versi terbarunya yaitu “a new face of molimo”. Bentuk bungkusannya saja ( casing) yang baru.

Main diganti “games” permainan penuh spekulasi, judi online, _ghoror_, dan termasuk pula berbagai permainan spekulatif untuk menambah kekayaan dengan cepat seperti sepekulasi di pasar saham, pasar uang, pasar valas, _future trading_, etc…

Madon diganti dengan istilah industri sexual, pelacuran, sex online, video porno, _”human traficking”_, dan bahkan praktek _bi-seksual_ (LGBT) yang kini banyak dilegalkan atau dibiarkan berkembang bebas. Hingga _”human traficking”_ dalam bentuk _”sex slavery”_

Maling, kini lebih canggih, lebih parah dari sekedar mencuri. Orang Jawa membuat istilah bagus untuk kata “maling” ini, mulai _”ngutil”_, _”ngembat”_, _”maling”_, _”ngrampok”_ dan yang paling besar adalah _”korupsi”_ uang Negara.

Madat dan Minum,
di masa kini lebih lengkap sarana dan prasarananya. Miras dan narkoba contoh konkretnya. Rupanya prilaku maksiat pengundang bencana itu tak pernah berubah. Hanya berganti _”casing”_-nya saja.

_Wallahu a’lam_.