Konsisten dan tekun. Dengan ini, sekecil apapun karya kita, kalau kita menghargai itu, tidak menutup kemungkinan karya itu akan jadi besar,” ucap Agus.
Agus mengungkapkan dia memang salah satu orang paling miskin di desanya. Dia hanyalah seorang penggembala kambing yang juga menawarkan jasa stek keliling.
Saking susahnya, Agus harus mengganjal perut hanya dengan memakan buah jambu.
Dia mengenang masa lalunya yang pahit dan terpaksa hidup menumpang di pondok milik kakaknya. Sebelum menumpang, Agus sebenarnya memiliki rumah peninggalan keluarga. Tapi, genteng rumah tersebut sudah rusak dan dia tak mampu untuk melakukan renovasi.
Waktu itu gentengnya sudah rusak, tapi saya tidak bisa membenahi karena tidak ada pekerjaan. Sehingga, anak saya pun kalau tidur saya kasih helm biar ndak kejatuhan genteng,” kata Agus seperti yang dikutip dari akun Youtube Pecah Telur, Senin (30/10).
Untuk membantunya menambah pendapatan, Agus memberanikan diri untuk menawarkan jasa stek keliling sembari menyalurkan hobinya.
Dari sinilah awal mula Tabulampot Indonesia didirikan. Agus memilih alpukat sebagai komoditi utama untuk dibudidayakan. Sesuai dengan namanya, Tabulampot (tanam buah dalam pot) berhasil memproduksi buah alpukat dalam pot dengan tinggi kurang dari satu meter.
Awalnya, ide Agus sempat diolok-olok oleh temannya, mengingat alpukat dikenal sebagai buah yang identik tumbuh meninggi di batang yang besar. Namun dia enggan memikirkan pendapat orang lain. Hari demi hari Agus merawat tanaman tersebut dengan baik hingga bisa berbuah sampai saat ini.
Agus pun menamai buah alpukat ini dengan sebutan ‘Alpukat Kelud’, sesuai dengan nama gunung yang ada di sekitar usahanya yakni gunung kelud.
Saat ini, Agus sukses menjadi pengusaha yang mengantongi hak kekayaan intelektual (HAKI) untuk Alpukat Kelud. Bahkan popularitas Alpukat Kelud terus meningkat bahkan hingga mancanegara.
Agus mengungkapkan, setiap hari Tabulampot selalu ramai didatangi oleh tamu dari pagi hingga malam hari. Baik dari Indonesia sampai yang terjauh dari Afrika.
Dia juga senang berbagi ilmu tentang perawatan kebun, mulai dari pola perawatan, penempatan, klaster demi klaster, hingga standar operasional prosedur yang baik kepada pelanggan, pengunjung, bahkan pelajar di desanya.
Sumber : Merdeka,PecahTelur











