Oleh : EVI SUFIANI
Potret dalam tulisan ini adalah garda depan Aisyiyah dalam mengimplementasikan Visi, Misi dan tujuan-tujuan strategis nya, yaitu, para pengurus dan anggota di Pimpinan Cabang beserta Pimpinan Ranting.
Mereka semua para pasukan infanteri atau di ilmu perang mereka di sebut sebagai “QUEEN OF THE BATTLE” . Para Queen of the battle inilah yang bertemu dengan ummat dalam keseharian mereka. Garda terdepan dari Persyarikatan, mereka bertemu dengan lingkungan dan permasalahan primer sekunder sehari-hari yang “harus” dicarikan solusi nya. Bergerak mengimplemtasikan program-program kerjanya demi dan untuk umat yang mereka temui sehari-hari.
Dalam beberapa bulan terakhir ini, Pimpinan Cabang dan Pimpinan Ranting se Indonesia, bergerak menuju arah yang sama, yaitu suksesi kepemimpinan.
Dan suksesi kepemimpian di di tingkatan Cabang dan Ranting adalah dalam rangka menjaga marwah organisasi yang merujuk pada QS Ali Imran, 104 dan 110.
QS. Ali ‘Imran Ayat 104
104. Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.
QS Ali Imran 110
110. Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik.
Pada bagian yang lain QS An Nahl 97
97. Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Dari nilai-nilai teologis inilah ‘Aisyiyah merumuskan tiga visi gerakannya sebagai berikut;
(a) berkembangnya Islam Berkemajuan dalam kehidupan masyarakat khususnya lingkungan umat Islam di mana ‘Aisyiyah berada;
(b) berkembangnya gerakan pencerahan yang membawa proses pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan dalam kehidupan keumatan dan kebangsaan;
(c) berkembangnya perempuan berkemajuan di lingkungan umat Islam dan bangsa Indonesia maupun ranah global sebagai insan pelaku perubahan menuju peradaban utama yang cerah dan mencerahkan.
Arti berkembang di KBBI adalah: ber·kem·bang v
1) mekar terbuka atau membentang (tentang barang yang berlipat atau kuncup): parasutnya tidak ;
2) menjadi besar (luas, banyak, dan sebagainya); memuai: perusahaan itu pesat;
3) menjadi bertambah sempurna (tentang pribadi, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya): dengan kemampuan kosakata yang terbatas, pikiran seseorang tidak dapat ;
4) menjadi banyak (merata, meluas, dan sebagainya): usaha kerajinan tangan dan industri kecil dengan pesat di daerah ini; hatinya menjadi girang (gembira);
Dengan kata lain, Diksi berkembang adalah untuk memberikan nafas, ghirah, kepada para anggota dan pengurus Aisyiyah untuk terus bertumbuh dan tidak jumud dengan kondisi dan keadaan saat ini. Tumbuh dan berkembang jugalah pemikiran kita sebagai seorang kader Aisyiyah ketika mengimplentasikan Visi organisasi berdasarkan nilai-nilai teologi di dalamn Al Quran. Implementasi nilai-nilai teologi ini tercermin dari pilihan-pilihan program dan kegiatan yang membuat persyarikatan semakin berkembang sekaligus bergegas serta berlomba-lomba dalam kebaikan yang menjadi nafas para kader Aisyiyah karena kita meyakini, QS Muhammad ayat 7:
Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.
Suksesi kepimpinan adalah hal yang lumrah di Muhammadiyah dan Aisyiyah, berkegiatan di persyarikatan haruslah dengan hati yang riang dan gembira, karena ini menandakan hati yang lapang, sehingga mudah bagi para kader Aisyiyah untuk senantiasa berkolaborasi dengan nafas fastabiqul khairat. Permasalahan ummat adalah untuk dicarikan solusi nya, dibuatkan peta-peta jalan keluarnya. Inilah kita keluarga besar Muhammadiyah, keluarga besar persyarikatan.
Dasar Gerakan Pencerahan (tanwir) merupakan action, praksis dari visi Islam berkemajuan, untuk membebaskan, memberdayakan, dan memajukan kehidupan.
Gerakan Pencerahan dihadirkan untuk memberikan jalan keluar atas problem-problem kemanusiaan berupa kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan persoalan-persoalan lain baik yang bercorak stuktural maupun kultural.
Dalam pandangan Muhammadiyah yang selanjutnya diacu oleh ‘Aisyiyah, Gerakan Pencerahan dimaknai sebagai ikhtiar dalam mengerahkan segala kemampuan untuk mewujudkan kehidupan ummat manusia yang maju, adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat.
Disinilah peran sangat aktif Queen of the Battle dibutuhkan. Queen of the battle yang memiliki agenda yang tidak sederhana. Agenda keummatan dan kebangsaan dalam revitalisasi karakter bangsa, serta semakin mendorong gerakan pencerdasan kehidupan bangsa yang lebih luas sebagaimana cita-cita kemerdekaan. Revitaliasi karakter bangsa ini bermula dari pendidikan, sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT dalam mengoptimalkan fungsi berfikir nya kita, dengan mengasupinya ilmu yang bermanfaat. Implementasi Tauhid ke dalam keseharian kehidupan sebagai kader persyarikatan harus menjadi warna yang sangat indah, sehingga ummat mencintai persyarikatan yang indah dan harum.
Betapa indahnya seorang kader persyarikatan dengan nilai-nilai teologi yang menghunjam kuat kokoh di dalam hati dan menjadi amal setiap kader untuk menghidupkan Muhammadiyah sebagaimana pesan KH Achmad Dahlan.
Selamat bergerak, tumbuh dan berkembang para warga persyarikatan.

Fastabiqul khairat sesuai dengan nafas persyarikatan.
Salam Takzim
* Penulis adalah Anggota dan Pengurus Aisyiyah











