Alhamdulillah, Gencatan Senjata Palestina Israel

Qatar, Mediasi antara Israel dan Hamas yang dimediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat berhasil menghasilkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza. Gencatan senjata ini mulai berlaku pada Minggu (19/1), mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama 15 bulan. Pada tahap pertama, 33 sandera Israel, termasuk perempuan, anak-anak, dan orang sakit, akan dibebaskan oleh Hamas, sementara Israel akan menarik tentaranya dari Gaza ke perbatasan.

Gencatan senjata ini disusun dalam beberapa tahap. Tahap pertama berlangsung selama 42 hari, dengan fokus pada pembebasan sandera dari kedua belah pihak dan pengembalian pengungsi Palestina ke kediaman mereka. Mediator berharap ini menjadi langkah menuju gencatan senjata permanen. Jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan oleh Israel masih dalam tahap finalisasi, yang akan diselesaikan dalam tahap kedua dan ketiga gencatan senjata.

Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, menegaskan bahwa kesepakatan ini adalah upaya untuk menghentikan perang dan mengupayakan perdamaian jangka panjang.

Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata perang di Gaza, menurut pejabat kepada kantor berita Reuters dan the Associated Press pada Rabu (15/1).

Kesepakatan ini dilaporkan mencakup penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza secara bertahap, dan pertukaran para sandera Hamas dengan warga Israel yang ditahan oleh Israel.

Kabinet yang dipimpin PM Israel Benjamin Netanyahu masih harus memberikan ‘lampu hijau.’

Konflik Hamas-Israel di Gaza kembali memanas setelah Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 252 orang, menurut penghitungan Israel.

Diyakini masih ada sekitar 100 sandera di Gaza, dan militer Israel percaya setidaknya sepertiganya telah tewas.

Lebih dari 46.600 warga Palestina tewas dan 110.000 lebih terluka dalam serangan Israel, menurut Kemenkes Gaza.

Sebelum 7 Oktober 2023, sebanyak 6.349 warga Palestina tewas akibat pendudukan dan konflik berdasarkan catatan sejak tahun 2008 dari Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). Korban tewas Israel mencapai 305 jiwa selama periode yang sama.⁣⁣

Israel menduduki Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur pada 1967, dan setelahnya terus membangun pemukiman di Tepi Barat.

Konflik lalu meluas ke Lebanon dan Iran.

📸: Dok. Reuters.