Los Angeles, Hampir 100 sandera diyakini masih ditawan di Gaza, dengan beberapa dari orang-orang itu diduga telah meninggal. Sementara itu, media-media Iran menggambarkan kebakaran Los Angeles sebagai tindakan murka Tuhan dan hukuman atas dukungan ASkepada Israel dalam penghancuran Jalur Gaza, Palestina.

Surat kabar Kayhan, yang didanai oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menulis di tajuk utama halaman depannya pada hari Sabtu bahwa dengan mendukung Israel di Gaza, AS telah “menciptakan pemandangan apokaliptik”. “Sekarang jeritan anak-anak Gaza yang tertindas dan ibu-ibu Palestina telah menyusul Amerika, memaksakan situasi yang sama di negara bagian California dan kota Los Angeles,” tulis surat kabar tersebut.
Surat kabar Iran lainnya, Jam-e Jam, juga memuat tulisan senada di halaman depannya dengan tajuk utama “Fire-Angeles”. Surat kabar tersebut merujuk pada komentar Trump bahwa Timur Tengah akan berubah menjadi neraka jika sandera Israel tidak dibebaskan sebelum pelantikannya dan menggambarkan kebakaran Los Angeles sebagai “neraka Amerika”.
Seorang perwakilan Khamenei juga menyebut kebakaran California sebagai “pembalasan Tuhan terhadap para pemimpin Amerika” atas apa yang disebutnya sebagai keterlibatan mereka dalam perang Israel di Gaza. “Kota seukuran Gaza telah terbakar, sementara semua penduduknya adalah kapitalis Amerika. Kebakaran ini adalah pembalasan Tuhan terhadap para pemimpin Amerika,” kata Rasoul Falahati, perwakilan Khamenei di provinsi Gilan di Iran utara.
Jaringan Al-Alam berbahasa Arab, yang dimiliki oleh perusahaan media pemerintah Iran; Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), membagikan gambar yang memperlihatkan kerusakan yang disebabkan oleh kebakaran Los Angeles dan membandingkannya dengan kerusakan di Gaza. Media Iran lainnya juga menggunakan istilah seperti “Los Angeles di neraka” dan “kota neraka,” mengkritik apa yang mereka gambarkan sebagai manajemen krisis yang “sangat lemah” di AS.

Adzab Los Angeles
Kebakaran hutan yang melanda distrik elit Pacific Palisades merupakan sebuah kawasan metropolitan Los Angeles, California, Selasa (7/1/2024). Kebakaran tersebut dipicu oleh angin kencang yang mendapat kecepatan 64 kilometer per jam.
Api tersebut berhasil menghanguskan 200 hektar dalam hitungan jam dan mbesad hingga 3.000 hektar pada malam hari. Lantas, mengapa kebakaran hutan tersebut terus meluas hingga memaksa 70.000 penduduknya untuk mengungsi? Simak selengkapnya dibawah ini.
1. Dipicu oleh Badai Angin
Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California mencatat kobaran api mulai terjadi, Selasa (7/1/2025) pagi waktu setempat. Kebakaran tersebut didorong oleh badai angin yang diprediksi mengancam jiwa dan merusak kawasan setempat.
Kecepatan angin diperkirakan mencapai 50-80 mil per jam (80-129 km/jam) dengan daerah tertentu. Di pegunungan dan kaki bukit Los Angeles diperkirakan menghadapi hembusan angin 80-100 mil per jam (129-161 km/jam).
2. Sebanyak 7.000 Penduduk Mengsungsi
Kebakaran hutan yang menyebar dengan cepat ini telah menelan lima korban jiwa dan membakar lebih dari 1.000 rumah. Bahkan hampir 16.000 hektar lahan habis dilahap si jago merah.
Lebih dari 70.000 penduduk terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Setidaknya lima orang telah tewas dalam kebakaran tersebut seperti dikutip melalui Kantor Sheriff Kabupaten Los Angeles.
3. Meluas ke Hollywood Hills
Hollywood Hills menjadi lokasi kebakaran hutan terbaru di wilayah Los Angeles pada Rabu malam. Saat petugas pemadam kebakaran berjuang untuk mengendalikan kobaran api yang tidak terkendali.
Seiring api bergerak cepat bergerak ke barat daya menuju Hollywood Boulevard, lokasi Walk of Fame yang bersejarah. Membuat jumlah kebakaran aktif di kota tersebut meningkat menjadi lima dan membuat 100.000 penduduk setempat mengungsi.
4. Pemerintah AS Bersedia Tanggung 100 persen biaya
Kebakaran yang terjadi di Los Angeles membuat Presiden Amerika Serikat, Joe Biden berencana akan menanggung 100 persen biaya penanganan atas kebakaran hutan di California.
“Mengingat besarnya bencana ini, saya berbicara dengan gubernur. Dia meminta apakah saya bisa meningkatkan pendanaan federal yang disahkan berdasarkan undang-undang dari 75 persen menjadi 90 persen,” kata Biden seperti mengutip Antara, Sabtu (11/1/2025).











