Merevolusi Kopi Ala PKM UB di Desa Ngadirejo Jabung Malang

    Pelatihan pengolahan kopi di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang (23/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat FEB Universitas Brawijaya yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil pertanian secara mandiri, khususnya komoditas kopi robusta yang menjadi salah satu potensi desa.Pelatihan difokuskan pada proses pengolahan kopi dari tahap awal (buah ceri) hingga menjadi produk akhir berupa bubuk kopi siap seduh.

    Peserta pelatihan diajarkan cara memilih buah kopi yang matang sempurna, yaitu buah yang berwarna merah . Proses pemisahan ini bertujuan untuk memastikan kualitas biji kopi yang dihasilkan tetap baik dan konsisten. Selanjutnya, buah kopi dikupas untuk memisahkan kulit luar dari bijinya. Proses pengupasan ini bisa dilakukan dengan alat sederhana, seperti menumbuk kopi secara manual.

    Menurut Renova, salah satu mahasiswa KKN yang mendampingi pelatihan ini, masyarakat terlihat sangat antusias karena sebagian besar belum pernah mengikuti proses lengkap pengolahan kopi secara mandiri. “Banyak warga baru tahu bahwa proses pengolahan kopi itu cukup panjang, dan tiap tahap ternyata memengaruhi rasa dan kualitas akhir,” ujar Renova.

    Setelah biji dipisahkan, tahap selanjutnya adalah pengeringan, yang sangat penting untuk menghindari tumbuhnya jamur dan kerusakan pada biji kopi. Setelah benar-benar kering, biji kopi dikupas kembali untuk menghilangkan kulit ari sehingga akan menghasilkan biji kopi hijau atau green bean. Green bean inilah yang kemudian disangrai (roasting) menggunakan wajan dan kompor. Proses sangrai ini mengubah warna biji kopi menjadi cokelat gelap dan memunculkan aroma khas kopi yang menggugah selera.

    Setelah disangrai, biji kopi digiling menggunakan alat penggiling manual hingga menjadi bubuk halus. Bubuk kopi yang dihasilkan kemudian siap dikemas dan diseduh, menjadi produk akhir yang bernilai jual lebih tinggi bagi masyarakat.

    Mahasiswa PKM FEB UB juga memberikan edukasi tentang cara mengemas bubuk kopi agar lebih menarik dan higienis. Pelatihan ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama para petani kopi yang ingin meningkatkan nilai tambah dari hasil kebunnya. Diharapkan melalui pelatihan ini, warga Desa Ngadirejo dapat mulai mengembangkan usaha kecil berbasis olahan kopi dan memasarkan produknya secara mandiri, baik di pasar lokal maupun melalui platform digital.

    Program ini juga menjadi langkah awal pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal, serta memperkuat keterampilan masyarakat dalam mengelola hasil panen secara lebih berkelanjutan.

    Penulis : Renova Saulin Sinambela
    Jurnalis: Azka
    Editor : Haki