Puisi Agustus, Memahami Rasa Ala Nugraha

     

     

    Keydata – Awal bulan ini, catatan catatan dan goresan Nugraha Hadi Kusumadengan diksi sederhana, bukan syair yang indah tetapi makna hati terhadap kondisi.

     

    Inilah serpihan serpihan rasa Nugraha Hadi Kusuma di awal bulan Agustus

     

    Tafakur Kekuasaan

     

    Melihat fakta dibalik kata, seakan membaca prosa tanpa koma

     

    Tidak mau kuasa hanya duduk tertunduk,

     

    Kuasa adalah rakus

    Kuasa adalah bungkus

    Penuh keinginan yang tak mau pupus

     

    Bersembunyi dibalik sunyi

    Membandingkan

    Branding

    Bersandiwara tanpa pariwara

     

    Silih berganti, memainkan dan mempatutkan diri

     

    Ramailah panggung kekuasaan dengan para aktor yang memasang kosmetik tebal dengan berbagai karakter nya

     

    Para sutradara dan pemilik panggung bergelak tawa

     

    Menghitung cuan dan saling berpandangan,

    Pura pura bermusuhan padahal itulah skenario yang direncanakan

     

    Itulah kuasa dan kekuasaan

     

    Dari sini aku tafakur, menjaga kesadaran diri, tetap kukuh untuk taklukan keburukan diri

     

    Menjaga kuasa tetap dalam keindahan

     

    Menjaga laku tertunduk kendali nurani

     

    Jakarta, Agustus 2024

     

     

    Romantisnya Senja

     

    Sudah jauh kaki kita melangkah, belum nampak batas fatamorgana

     

    Yang hadir hanya senyum yang indah

     

    Yang datang adalah bahagia bersama kata

     

    Yang muncul yaitu kamu

     

    Yang selalu berada dalam kedalaman rasa

     

    Yang mampu memadamkan gundah

     

    Yang telah membuat bunga bunga merekah

     

    Melahirkan amal berkah

     

    Sampai kini, ketika matahari membenamkan rindu diujung waktu

     

    Terimakasih untuk hati yang selalu berada dalam setiap sudut ruang kalbu

     

    Terimakasih untuk doa doa yang selalu tersenyum mengukir sejarah yang tak pernah hilang

     

    Untukmu yang ditakdirkan dalam keberkahan

     

    Jakarta, Awal Agustus 2024

     

     

    Kolase

     

    Ada rerumputan yang tanpa ditanam dia tumbuh

     

    Ada belalang yang hinggap tanpa kita panggil

     

    Ada angin semilir yang membuat kita nyaman

     

    Seakan tiba tiba semua itu datang

     

    Seakan tiba tiba menempel dalam hidup kita

     

    Begitu pula

     

    Datangnya wajah masam

     

    Datangnya cacian kejam

     

    Datangnya malam yang kelam

     

    Seakan tiba tiba menempel dalam hidup kita

     

    Silih berganti mewarnai, membuat rasa, serta menyertai

     

    Gembira

    Sedih

    Tangis

    Tawa

    Marah

    Bahagia

     

    Seakan tiba tiba menempel dalam hidup kita

     

    Ternyata ada ketenangan itu berada pada sebuah titik yg disebut bijak

     

    Malang,  Agustus 2024

     

     

    Kata kata membutuhkan helaan nafas, puisi tidak akan berhenti, nantikan edisi berikutnya tentang yang bagus bagus di bulan Agustus inj