Tips dan Trik Umrah Private

Malang,Saya tidak bekerja sebagai Muthawif selama di Saudi. Jadi memang kegiatan sehari-hari hanya Hotel dan Masjid saja. Tidak ikut tour apapun. Hanya sempat ke Riyadh 4 hari. Selebihnya rutinitas harian hanya dari hotel/apartment ke Masjid. Saya lebih banyak aktivitas di Masjid saja baik di Makkah dan Madinah.

Sejak lama banget saya itu ingin umroh dengan durasi lama. Sudah nyiapin sejak lama untuk moment ini. Pokoknya gimana caranya agar bisa berlama-lama di Makkah dan Madinah, minimal 1-2 bulan.

Alhamdulillah 22 oktober-30 Desember 2024 saya akhirnya bisa mewujudkan impian besar ini.

Saya sudah beberapa kali Umroh Mandiri tapi tidak pernah selama ini. Sejak dua tahun lalu, saya pernah 4 kali umroh mandiri dengan durasi tidak lebih dari 25 hari. Makanya pada kesempatan ini, setelah resign dari mengajar di Kampus, saya akhirnya memutuskan untuk menenangkan diri di Haramain

Kita Bahas satu persatu, ya:

1. Tiket Pesawat

Perjalanan ini sebenarnya bagian dari tahun kedua perjalanan saya explore ke beberapa negara. Jadi setahun sebelumnya saya explore ke lebih dari 20 Negara dan merasa bahwa hati saya selalu tertarik ingin kembali ke Makkah dan Madinah dan ingin durasinya lebih lama.

Saya membeli tiket pesawat one way Jakarta-Istanbul 2 Oktober. Dari istanbul, saya ke Erzurum naik pesawat, lanjut ke Trabzon by Bus, kemudian ke Tbilisi, Georgia by Bus, ambil one day tour ke Armenia dari Georgia. Dari Georgia saya terbang ke Baku, Azerbaijan. Kemudian tanggal 17 Oktober saya kembali ke Istanbul, baru melanjutkan perjalanan ke Jedah dengan pesawat flynas pada tanggal 22 Oktober.

Saya book penerbangan kembali ke Indonesia 30 Desember 2024 dengan naik pesawat Etihad, transit 12 jam di Abu Dhabi, dijemput teman dari Dubai kemudian diajakin explore Dubai 12 jaman lalu diantar kembali ke Bandara.

2. Visa

Saya kebetulan memiliki Visa Schengen dari Germany, jadi saya ke Arab Saudi menggunakan evisa turis multiple entry yang saya apply sendiri di https://ksavisa.sa/. Saya dapat evisa Tourist yang berlaku satu tahun, multiple entry, dengan durasi tinggal maksimal dalam satu tahun adalah 90 hari. Visa ini sudah pernah saya pakai Ramadhan sebelumnya selama 19 hari, jadi saya hanya ada jatah stay di Saudi kurang lebih 71 hari.

Perlu dicatat!
Untuk bisa apply eVisa Tourist saudi dengan Visa pendukung seperti Schengen, US, UK, masa berlaku Visa pendukung tidak kurang dari 90 hari ketika apply eVisa Tourist saudi. Pastikan Visanya sudah pernah dipakai dan dalam kondisi masih aktif ketika apply evisa Tourist Saudi. Ketika kunjungan pertama ke Saudi dengan evisa Tourist ini pastikan Visa Pendukung yang digunakan juga masih aktif. Kunjungan selanjutnya bebas meskipun visa pendukung sudah tidak aktif lagi.

3. Hotel

Saya hanya booking hotel untuk 2 pekan pertama saja sebelum berangkat ke Saudi. Setelah sampai Saudi saya mengikuti alurnya saja bagaimana. Kalo masih ingin berlama-lama di Makkah, maka akan extend lebih lama di Makkah. Kalo ternyata sudah kangen ke Madinah, maka langsung ke Madinah.

Tempat tinggal saya selama 70 hari di Saudi adalah:

22 Oktober-31 Oktober: Hotel Emaar Alkhlil

Saya suka banget dengan hotel Emaar Alkhlil ini. Waktu itu pesan 9 malam bayar kurang lebih 600.000,/night diisi bertiga. Tinggal jalan kaki saja ke Masjid kurang lebih 10-15 menit sampai pelataran Masjidil haram lewat depan Elaf Kinda Hotel atau Swissotel. Saya pesan di Agoda.

31 Oktober-6 November: ODST Al Madinah

Hotel ini menurut pengamatan saya menjadi salah satu hotel favorite jamaah Umroh asal Indonesia. Banyak banget orang Indonesia yang stay disini. Saya pesan 6 malam, kena rate kurang lebih 1000.000,/night. Hotelnya nyaman. Kami dapat kamar yang isi 4 beds dan cukup luas,

6 November-7 Desember: Sulthanah Apartment

Apartment ini saya dapatkan dari anggota group Bisa Umroh Mandiri yang kebetulan saya adalah Founder group ini di WA dan telegram. Saya berkenalan dengan salah satu anggota Group, beliau Warga Negara Saudi dan keturunan Indonesia. Waktu itu saya menanyakan dimana tempat sewa apartment bulanan di Madinah, karena saya mau sewa apartment. Masya Allah, ternyata beliau punya Apartment 1 unit, 4 kamar tidur dan saya diizinkan stay di Apartmentnya yang full furnished ini tanpa bayar. Nangis sih ini pas dikasih free.

7-14 Desember: ODST Al Madinah

Dari Sulthanah Apartment saya kembali ke ODST Al Madinah karena diajakin temenku yang pesan kamar double tapi dia sendirian. Tadinya saya sudah ingin ke Makkah tanggal 7 Desember setelah selesai masa tinggal di Apartment. Karena teman ngajakin stay bareng dia di Hotel ODST, akhirnya saya cancel rencana ke Makkah dan stay di Madinah sampai 14 Desember.

14 Desember-30 Desember: Ibis styles Makkah

Hotel Ibis ini menjadi salah satu hotel andalan saya kalo pas umroh. Selain karena murah, bersih, dan nyaman, hotelnya juga menyediakan free shuttle ke masjidil haram. Shuttle berhenti di Terminal Gaza. Ini kali kedua saya nginep di Ibis. Untuk jiwa muda, bolehlah disini. Saya buat dua bookingan selama di Ibis. 14-20 Desember saya kena rate kisaran 320.000/malam, sedangkan 20-30 Desember kena rate kisaran 500.000,an/malam. Hotelnya nyaman banget.

Setiap hari kamar dibersihkan, dikasih air minum, handuk bisa ganti setiap hari jika memang diperlukan. House keepingnya juara sih. Gercep banget beberes.

Insya Allah Ramadhan akan disini lagi. Sudah book untuk beberapa hari sebelum Ramadhan dan beberapa hari awal Ramadhan kemudian pindah ke Novotel hotel.

4. Budget

Saya menyiapkan budget perbulannya 25 juta selama di Saudi sudah termasuk Penginapan, Makan, Transport, Internet, dan lain-lain tapi diluar tiket pesawat. Budget saya flexible kok. Masih bisa diotak-atik jika ternyata perlu lebih dari ini.

Berikut ini adalah catatan pengeluaran saya secara kasar. Bisa jadi ada yang lupa dicatat. Tapi secara umum pengeluaran saya selama 70 hari di Saudi, termasuk pesawat adalah sebagai berikut:

Tiket Pesawat Emirates Jakarta-Istanbul: IDR 5.582.922,00

Tiket Pesawat Flynas Istanbul Jedah: IDR 2.751.200

Tiket Pesawat Etihad Jedah-Jakarta: IDR 3.987.819

Hotel Emaar Al Khalil Makkah 9 Malam isi 3 orang: IDR 1.839.103 IDR/org

Hotel ODST Al Madinah 6 Malam isi 3 orang: IDR 2.336.299

Ibis Styles Makkah 15 Malam Rp 7.065.261,00

HHR Train Makkah Madinah Rp 453.780,00

HHR Train Madinah Makkah Rp 734.691,00

Share Cost Taxi Jeddah Airport-Makkah Rp 328.450,00

HHR Train Makkah-Jeddah Airport Rp 216.085,00

Taxi HHR Train Makkah ke Hotel Ibis Rp 172.869,00

Shared Taxi Dari Hotel Emaar Al Khlil ke HHR Train Makkah Rp 70.000,00

Shared Taxi dari HHR train Madinah ke ODST Al Madinah Rp 70.000,00

Taxi dari ODST ke HHR train Madinah Rp 217.000,00

Taxi Sehari-hari (Ambil Miqat dll) Rp 1.200.000,00

Makan Rp 9.000.000,00

Riyadh Trip 4 Hari (Pesawat PP Madinah-Riyad, Taxi,

Makan dll) Rp 2.500.000,00

Lain-lain Rp 3.000.000,00

Esim mobily 2 bulan Rp 950.000,00

Esim Global Rp 150.000,00

Roaming Telkomsel Rp 450.000,00

Total Pengeluaran Selama 70 Hari di Saudi kurang lebih: Rp 37.492.557,00

Ini hitungan kasarnya, ya. Kurang lebih segini 🙂

Saya tidak memasukkan pengeluaran saya di beberapa negara sebelumnya maupun di negara transit. Jadi yang ditulis hanyalah expenses selama di Arab Saudi saja.

Noted
Penginapan di Madinah dari 6 November sampai 14 Desember saya dapat free, jadi tidak saya cantumkan berapa biayanya. 6 November-7 Desember di Sulthanah Apartment. Sedangkan 7 Desember-14 Desember di ODST Al Madinah Hotel.

Umroh mandiri ini beneran seru sih. Saya bebas mengatur semuanya sendiri. Bebas mau stay berapa lama, mau kemana saja, mau nginep dimana dst. Sefleksibel itu pokoknya. Jadi umroh mandiri bukan tentang murah atau mahal, ya, tapi lebih kepada kebebasan kita dalam mengatur perjalanan kita sesuai kemampuan kita 🙂

Sekian 🙂

#jejakrayyan #ariansahidi #umroh #umrohmandiri