Hilman Latief menyimpulkan, kunci penting Muhammadiyah dapat bertahan sebagai tenda besar hingga kini di tengah keragaman yang makin kompleks adalah karena pesan-pesan dakwah yang disampaikan sangat inklusif, yakni pesan untuk membangun kebaikan bersama.
“Muhammadiyah dalam banyak hal berhasil melakukan pembebasan masyarakat dari berbagai belenggu struktural maupun kultural yang menghambat pengembangan dan mobilitas sosial. Pembebasan itu dilakukan melalui penguatan iman dan mentalitas masyarakat, perluasan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian dituangkan dalam berbagai bentuk amal usaha nyata,” jelasnya.
Dengan berbagai bentuk dakwah kultural yang dilakukan oleh Muhammadiyah tersebut, lanjut Dirjen Haji Kemenag RI ini,
“Bangsa Indonesia menyaksikan munculnya warga Persyarikatan dan masyarakat luas yang berkesadaran literasi tinggi, memiliki modal sosial dan etos kerja untuk tumbuh menjadi masyarakat yang berkecukupan, dan tumbuh masyarakat kelas menengah yang terdidik bermental kuat, sebagai sebuah syarat yang dibutuhkan bagi tumbuhnya bangsa yang kuat dan berkemajuan”
Pada konteks ini Muhammadiyah kaya ide-ide kebangsaan, karena di tubuh Persyarikatan banyak guru-guru bangsa. Tetapi ide-ide kebangsaan itu hanya akan mewujud menjadi realitas jika dikawal oleh politik kekuasaan. Oleh karena itu Muhammadiyah harus bisa mengartikulasikan gagasan-gagasan kebangsaan yang cerdas dan visioner itu dan mengkomunikasikan kepada pemegang kekuatan politik yang ada di negeri ini.
Tantangan yang kita hadapi di dunia Philanthropy yaitu belum adanya kesadaran kolektif terkait ZIS dan wakaf.
“Ada yang bertentangan dan mendikotomikan Zakat dan wakaf, padahal kita membutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak sungguh-sungguh membangun semangat tahun ini” Jelasnya

Mari membaca Islam dengan serius, kita membutuhkan praksis kekuatan ekonomi, Hilman Latief mencontohkan studi kasus terkait pelayanan Haji yang logistik jamaah Haji Indonesia ternyata tidak dapat dipenuhi oleh Indonesia sendiri.
Memampukan diri akan mampu meningkatkan Philanthropy atau kesadaran beramal maka membutuhkan tajdid serta gerakan ilmu.
Maka strategi dakwah mulai dibangun berbasis ikatan komunitas maupun gerakan profesional.
Sebuah tantangan fikir yang luar biasa dari Tabligh Akbar V ( 29/12) yang dilaksanakan di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, manfaat bagi semua.